Forum BPD Lotim Tuntut Kenaikan Insentif dan Operasional

Selong, suaraselaparang.com - Forum Badan Permusyawaratan Desa (FBPD) Kabupaten Lombok Timur menuntut Insentif dan Biaya operasional Dinaikan.

Ketua Forum BPD Kabupaten Lombok Timur  Deni Rahman, S.H. Memaparkan bahwa harus ada perubahan di tahun-tahun berikutnya terkait insentif dan biaya operasional yang  diterima oleh Anggota Badan Permusawaratan Desa ( BPD ) Se-Kabupaten Lombok Timur, hal ini disampaikan saat Hearing Forum BPD Lombok Timur di Kantor Bupati Lombok Timur, Rabu ( 9/9/2020 ).

"Lewat peraturan Bupati ada Klausa pasal yang tidak membatasi BOP. Mungkin 2% dari seluruh Anggaran Desa atau 5% dari Dana Desa, tapi jangan dibatasi," ungkapnya.

Biaya operasional BPD, disebutnya sangat terkait dengan kinerja karna biaya operasional saat ini hanya dibatasi sebesar Rp 5.000.000,-.

"Kita melakukan pengawasan butuh anggaran, dan ketika anggota BPD melakukan penerapan aspirasi juga butuh dana. Jika hal ini dibatasi, apa yang bisa dikerjakan oleh BPD," Sambung Pengacara Muda Lombok Timur ini.

Deni Rahman, S.H. meminta kepada Bupati melalui Dinas terkait seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) agar merubah Peraturan Bupati Agar BOP jangan dibatasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Mohammad Haeri mengatakan, gaji BPD akan dinaikkan pada Tahun 2021 mendatang.

"Empat bulan yang akan datang atau tepatnya pada Tahun 2021  Insya Allah gaji BPD akan dinaikkan," sebutnya.

Persoalan yang dihadapi BPD diharap bisa diselesaikan baik-baik. Hairi juga memastikan ruang diskusi tetap terbuka di instansi yang dipimpinnya.

Red-SS

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post

Adsense