ISMAKES Kota Mataram Kecam Paslon Walikota Yang Mendaftar Berkerumun Dan Abaikan Protokol Covid-19

Mataram, suaraselaparang.com - Covid-19 adalah Pandemi Global sekaligus bencana kemanusiaan Internasional yang telah berhasil menggerogoti segala sektor kehidupan baik dari sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lainnya.

Namun Pandemi ini tak  memundurkan pelaksanaan pesta demokrasi  Pilkada yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia, termasuk Pilkada di Beberapa Kabupaten /Kota di NTB. Inilah yang sedang hangat-hangatnya dibincangkan oleh segenap masyarakat yang ada di Indonesia termasuk NTB. 

Provinsi NTB yang juga ikut dalam pesta demokrasi tersebut kini sedang gencar-gencarnya menggeliatkan sosialisasi Pilkada di tengah Pandemi Covid- 19. Seperti di Wilayah kota Mataram, yang Sedang bersiap menggelar agenda Lima Tahunan Tersebut.

Sejak beberapa hari lalu hingga kemarin tercatat hampir semua paslon sudah mendaftarkan diri dan siap berkompetesi di Pilkada kota Mataram 09 Desember 2020 mendatang.

Namun  yang menjadi perbincangan hangat adalah  pengerahan massa yang  dilakukan pada masa  pandemi seperti saat ini, masyarakat dihimbau untuk selalu di rumah bekerja dari rumah dan tak boleh keluar rumah lebih dari jam 22.00 WITA. Tentu bagi masyarakat itu adalah peraturan yang mencekik.

Persoalannya adalah ketika masyarakat terus ditekan untuk tetap stay at home dan menghindari kerumunan justru para paslon yang siap mengikuti pertarungan  Pilkada di Kota Mataram gencar mengumpulkan massa, tidak tertib menerapkan  social distancing, ataupun melaksanakan Protokol Kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah setempat. Bahkan tertera dalam Perda nomor 7  Tahun 2020 tentang penanggulan penyakit menular malah tak dihiraukan sedikit pun.

Merespon hal tersebut Ikatan Seluruh Mahasiswa Kesehatan (ISMAKES) Kota Mataram mengecam aksi pengerahan Massa yang kemudian berkerumun dan tidak menerapkan protokol Covid-19 pada pendaftaran Calon Walikota dan Wakil Walikota Mataram. 

"ISMAKES menolak dan mengecam atas kejadian tersebut, semoga wabah Covid-19 ini segera selesai dan kita bisa kembali hidup normal  seperti sedia kala," ucap ketua ISMAKES Kota Mataram Dwik Putra Nickontara kepada suaraselaparang, Senin (07/09/2020)

"Aksi ini terjadi  beberapa hari yang lalu, ketika para Bakal Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Mataram mendaftarkan diri sebagai Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Mataram pada Pilkada tahun ini, merekapun membawa massa dalam jumlah besar, maka  kerumunanpun tak dapat dihindarkan dan hal ini terjadi dimana pandemi Covid-19 belum berakhir. Seharusnya  ada keseriusan dalam menertibkan para pendukungnya agar disiplin dalam menerapkan protokol covid-19," Sesal Ketua ISMAKES.

Maka dari itu, "Kami dari Ikatan Seluruh Mahasiswa Kesehatan Kota Mataram menyesali dan mengecam keras atas pengabaian penerapan protokol Covid-19 pada saat melakukan pendaftaran diri sebagai calon wali kota di KPUD Kota Mataram yang diselenggarakan sejak beberapa hari lalu," Geramnya.

Pihaknya juga menekankan kepada KPUD kota Mataram agar tetap memastikan Paslon Walikota Mataram agar tetap disiplin dalam menerapkan Protokol Covid-19.

Dalam kesempatan tersebut ISMAKES juga menekankan kepada POLDA NTB untuk menindak tegas para Paslon Pilkada tahun ini di NTB, khususnya kepada Polres Mataram. Agar menindak lebih tegas lagi, apabila para Paslon Pilkada di Kota Mataram tahun ini masih melanggar aturan dan tidak mengindahkan sama sekali  Protokol Kesehatan yang sudah ada. 

"Jangan masyarakat kecil saja yang ditekan menerapkan protokol Covid-19 akan tetapi semua pihak juga harus ditekankan agar  mentaati protokol Covid-19 tanpa harus memandang bulu," tandasnya. (SS-04)

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post

Adsense