Kemenparekraf RI Gelontorkan 6000 Paket BALASA Bagi Para Pekerja Terdampak Covid-19 di Sektor Pariwisata.

Mataram, suaraselaparang.com – Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (Kemenparekraf RI) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) NTB menggelontorkan 6000 Paket BALASA (Bantuan Lauk Pauk Siap Saji) kepada 7 perwakilan Kabupaten/kota di NTB ( Mataram, Lobar, Loteng, KLU, Lotim, Sumbawa Barat dan Dompu) yang masyarakatnya terdampak Covid- 19 di bidang Pariwisata.

Tidak hanya bantuan paket BALASA, Kemenparekraf RI juga memberikan sejumlah sertifikat secara simbolis kepada sejumlah pegiat pariwisata NTB, di Kantor Dinas Pariwisata NTB, Jum'at, (11/09/2020).

Kegiatan tersebut langsung dihadiri oleh Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah dan sejumlah Kepala Dinas Pariwisata kabupaten/kota. Dalam pengarahannya Wagub menegaskan agar sejumlah bantuan tersebut benar-benar disalurkan untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

"Apabila bantuan ini tepat sasaran maka kami yakin akan mudah memulihkan perekonomian kita, " Ujar orang nomor 2 NTB itu.

Selain itu, Umi Rohmi nama akrabnya juga menekankan kepada seluruh Kepala Dinas dan para pegiat pariwisata yang hadir dalam kegiatan tersebut untuk lebih tegas lagi dalam membantu Pemprov menangani covid- 19.

"InsyaAllah 3 hari lagi kita akan memberlakukan Perda No.7 tahun 2020 tentang penyakit menular. Siapa yang tidak taat protokol covid, maka siap-siap untuk didenda," Paparnya.

Ia menjelaskan lebih lanjut, jika Satu-satunya solusi dalam melawan covid- 19 adalah dengan pemberlakuan Perda. Bukan dendanya yang dilihat tapi kualitas ketaatan dan kepatuhan masyarakat yang menjadi poin penting kita bersama," tambahnya.

Usai memberikan arahan, Umi Rohmi menyerahkan paket BALASA dan Sejumlah sertifikat secara simbolis kepada perwakilan Dispar kabupaten/kota dan para pegiat peristiwa provinsi NTB.

Bersamaan, Kepala Dinas Pariwisata NTB, H. Lalau Muhammad Faozal, S.Sos, M.Si menambahkan jika BALASA ini merupakan salah satu program dari Kemenparekraf RI yang dilakukan untuk memberikan bantuan kepada para pekerja di sektor pariwisata yang terkena dampak selama pandemi Covid-19.

Seharusnya kegiatan hari ini diikuti langsung oleh anggota dari Kemenparekraf RI akan tetapi karena dua hari lalu hasil rapid test mereka reaktif, maka mereka ditarik kemabali ke pusat," Ungkapnya.

(SS-03)

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Adsense

Promo