Ketua Pemuda Pancasila Lombok Tengah : Tak Perlu Lagi Ribut Soal Nama Bandara, Kita Seharusnya Bangga.

Praya, suaraselaparang.com - Terkait perubahan nama Bandara Internasional Lombok menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid dengan mengabadikan nama tokoh Pahlawan Nasional asal  Lombok yaitu tokoh kharismatik Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Lombok Tengah M. Samsul Qomar meminta agar tidak perlu dipolemikkan lagi, tidak perlu dirapatkan karena membuang waktu dan energi saja.

"Kementrian perhubungan sudah selesai bicarakan hal itu, jadi tidak perlu lagi ada pembahasan lebih lanjut," papar Samsul Qomar kepada media, Rabu (16/9/2020).

Sebagai daerah yang masih mengharapkan kebijakan pusat baik kebijakan program maupun anggaran harusnya Kabupaten Lombok Tengah tidak menolak kehendak pusat, kebijakan yang di keluarkan oleh pusat pastilah sudah melalui kajian yang matang dan proses yang panjang serta prosedural sehingga tidak ada alasan Pemda Lombok Tengah menolak kebijakan tersebut.

"Apalagi kita bersama mengetahui bahwa  otoritas bandara ada pada PT. Angkasa Pura sebagai pemilik lahan. Sementara Kabupaten Lombok Tengah  dan Provinsi sudah menjual aset berupa lahan parkir senilai 40 Miliar dan provinsi 100 Miliar itupun sebagian sudah di pakai untuk proyek perbaikan jalan raya dan program lainnya.

Jika saja Bupati Suhaili tidak membuat kebijakan melepas aset Pemda Lombok Tengah ke PT. Angkasa Pura mungkin Pemda bisa mengatur minimal terdapat kepemilikan saham daerah  di sana. Faktanya hari ini kita tidak punya hak apa apa lagi di bandara itu bahkan termasuk namanya.

Samsul Qomar juga menegaskan bahwa  nama Zainuddin Abdul Madjid adalah nama pahlawan nasional kita bukan nama pahlawan Lombok Barat, Mataram atau Sumbawa. Tapi, Pahlawan Nasional  yang  dimiliki seluruh masyarakat.

"Kami elemen muda Lombok Tengah tentu  akan menjaga marwah ulama dan pahlawan nasional kita sekaligus. Kami juga berterimakasih kepada pemerintah pusat untuk anugerah ini, jika ada pihak yang keberatan akan penamaan tersebut baiknya protes ke pusat yaitu  ke kementrian terkait, jangan pancing orang ribut karena masyarakat sedang  sibuk cari isi perut," tutupnya.

Red-SS

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Adsense

Promo