Musim Kemarau, Lotim Antisipasi Karhutla.

Selong, Suara Selaparang - Kabid Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim, Iwan Setiawan mengatakan, ratusan relawan saat ini terkonsentrasi di kantor BPBD dan di kecamatan-kecamatan tetap siaga mengantisipasi karhutla.

‘’Kita tidak ingin karhutla terjadi di Lombok Timur. Oleh karena itu kita mengambil langkah antisipatif sejak dini dengan menyiapkan relawan,’’ kata Iwan Setiawan, Kamis (24/09/2020).

Langkah antisipatif ini dilakukan, lanjut Iwan, untuk berjaga-jaga seandainya kasus karhutla terjadi, maka pihaknya akan laangsung menggerakkan relawan menuju tempat kejadian perkara (TKP).

‘’Langkah antisipatif ini kita bersinergi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas di setiap desa agar kami bisa berbuat maksimal untuk memadamkan api, jikalau kebakaran terjadi’’ kata Iwan seraya menambahkan, pihaknya tidak hanya mengerahkan armada pemadam kebakaran namun masyarakat sekitar TKP juga harus diajak untuk membantu pemadaman api.

Lebih lanjut ditegaskan, karhutla bisa terjadi disebabkan karena gesekan daun kering, terutama di padang rumput atau savana. Kahutla bisa jugu terjadi karena penduduk tepi hutan sengaja membakar ilalang untuk membuka lahan pertanian.

“Karena bagi sebagian penduduk tepi hutan, membakar lahan untuk membuka lahan pertanian tentu lebih efisien ketimbang menggunakan mesin atau mengeluarkan biaya yang cukup mahal dengan mempekerjakan warga,” tandasnya.

Oleh karena itu, menurut Iwan, satu hal yang harus menjadi atensi yakni mengupayakan agar ekonomi warga di tepi hutan perlu diperhatikan. ‘’Kalau ekonomi mereka bagus, tentu saja mereka tidak akan merusak hutan,’’ katanya.

Ia menegaskan, saat ini pemerintah Lombok Timur sedang berupaya agar warga di tepi hutan bisa memperoleh berbagai kemudahan dan akses untuk menumbuhkembangkan ekonominya melalui pemberian kredit usaha rakyat (KUR) berupa bantuan sapi ternak yang digagas oleh Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Melalui bantuan sapi ternak itu diharapkan kepada masyarakat mampu menumbuhkembangkan ekonominya. ‘’KUR berupa sapi itu telah berjalan, sambil kita terus melakukan pendataan,’’ kata Iwan yang juga Sekretaris HKTI NTB ini.

Ia mengimbau warga untuk lebih waspada terhadap bahaya kebakaran, baik di lahan maupun di hutan. “Warga diharapkan tidak sembarangan membuang puntung rokok di lahan kering. Kepada para pendaki Rinjani juga agar lebih berhati-hati dan tidak membuang puntung rokok dalam perjalanan pendakian,” harapnya.

Red-SS

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post

Adsense