Tak Terima Wisuda Online, Puluhan Mahasiswa Menggelar Aksi Demonstrasi di Depan Gedung Rektorat UIN Mataram

Mataram, suaraselaparang.com - Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa UIN Mataram menggelar aksi demonstrasi di depan gedung kantor Rektorat UIN Mataram, Rabu (02/09/2020).

Massa aksi yang terlibat dalam demonstrasi tersebut menuntut agar pihak kampus  meninjau kembali kebijakan yang diambil. Pihak Rektorat dengan segala pertimbangan tetap menerapkan akan melaksanakan wisuda secara online.

Kendati demikian, justru massa aksi mengancam tidak akan wisuda, jika UIN Mataram tetap melaksanakan wisuda online. Karena massa aksi menilai jika banyak kampus-kampus lain melaksanakan wisuda secara ofline, "Kami tidak akan wisuda jika pihak kampus masih menerapkam kebijakan wisuda online, kampus lain wisuda ofline masak UIN kagak", ancam massa aksi berteriak.

Tak hanya itu, Korlap 1 massa aksi Irfan Kilat menawarkan wisuda di gelar secara bergilir di setiap fakultas, "Opsi yang kami tawarkan adalah adakan wisuda offline dengan cara bergilir per fakultas, atau jangan adakan wisuda sama sekali" tawarnya.

Senada, Kordinator umum (Kordum) massa aksi, Andri juga menegaskan ke pihak kampus agar wisuda diselenggarakan secara ofline. "Jika memang alasannya karena corona, maka kami siap wisuda per fakultas. Kami ingin melihat orang tua kami hadir di prosesi wisuda kami, kami tak ingin hanya diam duduk di rumah lalu mengikuti prosesi wisuda dengan melihat hp, itu kami tidak terima sama sekali" tandasnya.

Dalam demonstrasi tersebut, massa aksi juga menuntut agar kegiatan wisuda bisa melibatkan seluruh mahasiswa calon wisudawan/wati, bukan memakai perwakilan saja, karena pada dasarnya semua mahasiswa berhak ikut wisuda.

Terpisah, Rektor UIN Mataram, Prof. H. Mutawalli, M.Ag menegaskan jika kebijakan yang diambil itu semata-mata demi Kesehatan dan keselamatan Mahasiswa dan segenap dosen di dalamnya. "kita kuti peraturan yang ada, kita indahkan arahan gubernur tidak lain untuk menjaga keselamatan dan kesehatan kita bersama" Ujarnya.

Pemerintah juga sudah mengeluarkan perda agar tidak ada kegiatan berkerumunan dalam jumlah massa yang banyak. "Apapun alasannya tetap tidak dibenarkan, maka itu yang menjadi pertimbangan pihak kampus untuk tetap melaksanakan wisuda secara online" tambahnya.

Wakil Rektor III UIN Mataram, Dr. Hj. Nurul Yakin, M.Pd juga menerangkan kalau wisuda online tidak bisa dicegah. Sebelumnya WR 1 sudah dipanggil oleh pak Gubernur karena dicegah melaksanakan wisuda ofline. Dan perwakilan untuk wisuda 27 orang saja yang kita pakai untuk onflinenya, itupun masih dipertimbangkan. Apalagi 3 ribuan orang di UIN, maka sudah jelas tidak diperbolehkan. 

"Terkecuali yudisium itu wajib. Karena yudisium adalah momen di mana ijazahnya keluar. Kalau wisuda kan tidak wajib" cetusnya.

Jika memang benar ada kampus lain di bawah Kemenag yang melaksanakan wisuda secara ofline. Maka berikan kami alasan ada gak Universitas di bawah kemenag tidak ada yang melaksanakan wisuda ofline tersebut. UMMAT mungkin Wisuda Ofline itu karena di bawah Mendikbud bukan Menag, " Tandasnya


(SS-04)

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post

Adsense