Bertani Swadaya Emas Hijau Vanilla Planifolia.

Selong, Suara Selaparang - Kawasan Lingkar Rinjani tak hanya terkenal dengan keindahan dan keasrian alamnya, zona ini juga kaya hasil alam bahkan menjadi salah satu kawasan utama pemasok sumber daya alam di pulau Lombok. Selain hasil pertanian untuk bahan makanan pokok, komoditas pertanian dan perkebunan lainnyapun telah lama dikembangkan secara swadaya bahkan cenderung menggunakan pola-pola tradisional oleh masyarakat.

Akhir pekan ini, Sabtu (17/10/2020) jurnalis suaraselaparang.com menyempatkan bertualang melihat dari dekat aktivitas pertanian dan perkebunan di Desa Tetebatu dan Tetebatu Selatan, Kecamatan Sikur, yang juga masih dalam kawasan lingkar Rinjani selatan yaitu desa-desa yang berada di zona kaki Rinjani bagian selatan dan berbatasan dengan Hutan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

Yang cukup menarik perhatian, beberapa masyarakat secara mandiri bahkan dengan pola tradisional dan sederhana telah lama menanam emas hijau Vanili. Dijuluki emas hijau karena jenis tanaman ini adalah komoditas kebutuhan pasar dunia dimana harganya cukup menjanjikan.

Nah, pembaca sepertinya mulai tertarik mengenal tanaman Vanili tapi ini bukan ekstrak Vanili yang lazim digunakan untuk membuat kue saat lebaran, melainkan tanaman sejenis Anggrek yang buahnya bahkan menjadi bahan es krim, kosmetik, makanan, dll.

Vanili bernama ilmiah Vanilla Planifolia, termasuk kedalam family Orchidaceae (bangsa anggrek). Tanaman Vanili dikenal pertama kali oleh orang-orang Indian di Meksiko, yang merupakan negara asal tanaman tersebut. 

Sekitar abad ke-18, tanaman ini masuk ke Indonesia, dibawa oleh seorang ahli botani asal Belanda bernama Marchal. Ia membawa bibit Vanili dari kebun botani Antweper Belanda kemudian untuk ditanam pertama kali di Kebun Raya Bogor.

Tanaman Vanili memiliki arti ekonomis karena bubuk Vanili yang dihasilkan dari buahnya yang berbentuk polong, biasa dijadikan pengharum makanan dengan aroma yang wangi. Aroma tersebut akan meningkat lagi setelah mengalami proses fermentasi. Selain itu, bubuk Vanili tersebut menjadi kelompok penyedap rasa termahal di dunia. Karena itu Vanili mendapat julukan sebagai emas hijau.

Agar buah Vanili bisa terbentuk, maka tanaman ini harus dibantu penyerbukannya oleh manusia. Artinya, tanaman Vanili tidak dapat melakukan penyerbukannya sendiri. Oleh sebab itu, kemampuan yang trampil dalam melakukan penyerbukan dan waktu panen yang tepat sangat krusial untuk meningkatkan produksi dan mutu buah.

Diketahui ada 3 jenis Vanili di dunia, diantaranya yaitu Vanilla Planifolia Andrews, yaitu Vanili terbaik dan paling banyak ditanam di dunia, Vanilla Tahitensis JW. Moore, yaitu jenis terkecil serta banyak terdapat di Tahiti dan Karibia, dan Vanilla Pompano Scheide, yang banyak ditemukan di Amerika Tengah, Amerika Utara, dan Amerika Selatan.

Di Indonesia, jenis Vanilla Planifolia yang banyak ditemukan dan dikenal dengan nama komersial sebagai Madagascar Bourbon Vanilla. Bahkan diketahui juga pulau Jawa menjadi pusat tanaman Vanili untuk jenis Vanilla Planifolia ini dan banyak diekspor ke seluruh dunia, sehingga Vanili asal Indonesia dikenal dengan sebutan Java Vanilla Beans.

Vanili dapat hidup di iklim tropis, curah hujan 1000-3000 mm/tahun, ketinggian 800-1200 mdpl, suhu udara optimal 20-25 Derajat Celsius, dan kelembaban udara sekitar 60-80 Persen.

"Jenis tanah yang cocok untuk ditanami Vanili adalah tanah yang bertekstur lempung, berhumus, dan lempung berpasir dengan tingkat keasaman netral hingga agak masam pH 5-7," tutur Abdussamad (50 th) salah satu petani Vanili swadaya di Desa Tetebatu Selatan.

Lebih lanjut, lelaki paruh baya itu menjelaskan bahwa panen Vanili dilakukan apabila penyerbukan berhasil, dan buah siap dipanen setelah 8 sampai dengan 9 bulan setelah proses penyerbukan. Selain itu, masa panen tanaman Vanili yaitu 2-3 bulan dan hanya bisa dilakukan 1 kali dalam 1 tahun. Masa panen yang panjang tersebut karena buah Vanili matang tidak bersamaan, baik dalam satu tandan maupun dalam satu kebun.


SS-SH

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post

Adsense