Masyarakat Desa Kelebuh Kecewa Dengan Pelayanan Pemdes.

Praya, Suara Selaparang - Kamis 30 September sampai tanggal 1 Oktober adalah waktu pelayanan pembuatan Kartu Keluarga (KK) dan Akte Gratis melalui Kantor Desa.

Namun di balik hajat Pemerintah untuk mempermudah masyarakat dalam pengurusan surat-surat penting tersebut disalah gunakan oleh Aparatur Desa. 

Hal ini terjadi di Desa Kelebuh Kecamatan Praya Tengah Kabupaten Lombok Tengah. Seorang Aparat Desa memberikan perlakuan yang kurang menyenangkan kepada masyarakat yang mempertanyakan terkait permasalahan pembuatan KK dan Akte Gratis. 

Abdurrahman, salah satu warga masyarakat yang mengajukan permohonan pembuatan KK dan Akte Gratis sekitar satu bulan yang lalu harus menerima Pil Pahit. 

Adapun kronologis kejadiannya, Abdurrahman datang ke Kantor Desa pada hari Kamis tanggal 8 Oktober 2020 sekitar pukul 09.30 Wita dan menemukan antrian masyarakat, setelah memperhatikan sistemnya ternyata harus mencari berkas sendiri-sendiri, kemudian dengan perasaan tidak bersalah Abdurrahman menghampiri salah seorang Aparatur Desa yang membidangi hal tersebut atas nama Muslihun. 

Abdurrahman setelah bertemu dengan Muslihun kemudian langsung mempertanyakan "apakah punya saya sudah jadi?",  Muslihun menjawab "silahkan di cari",  kemudian Abdurrahman bergegas mencarinya,  namun tidak di temukan, setelah itu Abdurrahman kembali mencari Muslihun untuk mempertanyakan kembali hal tersebut, namun Abdurrahman kaget dengan jawaban Muslihun yang seolah-olah tidak ikhlas melakukan pelayanan kepada masyarakat.

Muslihun adalah seorang Kaur Pemerintahan Desa Kelebuh Kecamatan Praya Tengah Kabupaten Lombok Tengah mengeluarkan kata-kata yang tidak Pantas di keluarkan oleh seorang Perangkat Desa selaku pengayom masyarakat dengan mengeluarkan kalimat dalam bahasa Daerah Sasak "Keluek Ntak Wah Tulungm Aran" yang dalam bahasa Indonesia berarti "Banyak Sekali Cara Saya Bantu Kamu", hal ini memancing amarah dan geram dari saudara Abdurrahman. 

Amarah Abdurarahman bertambah ketika Ibu Kades persiapan Lelong ikut mengeluarkan kata-kata dalam bahasa sasak "Mumparan Mesak Terunguk Menu" yang artinya "Emang Kamu Aja Yang Diurus". 

Abdurrahman juga mengatakan sampai-sampai memberikan uang pelicin untuk mempercepat proses pengurusan KK dan Akte Gratis tersebut  sejumlah Rp. 30.000,- yang di terima langsung oleh Muslihun. 

Salah satu Perangkat Desa Kelebuh atas nama Sri Rahayu ikut juga bersuara dengan Kata "Aku Melek Gedek Bae Sik Dengan-dengan Ni Meni lalok Kelelahk Begawean" yang artinya "Saya Mau Marah Sama Orang-orang Ini, Karna Saya Lelah Sekali Urus",  yang seolah-olah tidak memahami Tupoksi selaku Perangkat Desa. 

Abdurrahman berharap kepada seluruh Aparatur Desa dan Kepala Desa untuk melakukan pelayanan sepenuh hati kepada masyarakat,  mengingat tugas dan fungsinya yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Lebih jauh Abdurrahman mengatakan, "Anda di Gaji Oleh Pemerintah Jadi Tolong Layanan Kepada Masyarakat di Perbaiki", jelasnya. 

Semoga hal yang di alami oleh Abdurrahman tidak dialami dan terjadi pada Masyarakat lain.


Red-SS

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post

Adsense