Pimpin Upacara PTDH, Kapolres Lombok Tengah : Saya Minta Ini Yang Terakhir.

Praya, Suara Selaparang - Upacara Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PTDH) terhadap salah satu personil Polres Lombok Tengah Brigadir Polisi (D) yang diberhentikan tidak hormat dari Kedinasan Polri tidak menghadiri Upacara yang bertempat di lapangan mapolres Lombok Tengah (ex kantor bupati), Senin (12/10).

Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Lombok Tengah AKBP Esty Setyo Nugroho, S.I.K,  AKP Nuraini selaku Kabag Sumda sebagai perwira upacara, IPDA Lalu Brata sebagai komandan upacara dan pendamping anggota PTDH dari Sie Propam Polres Lombok Tengah. 

Atas ketidak hadiran (D), prosesi upacara dilaksanakan melalui perwakilan mengusung poto, tidak ada dilakukan pemasangan baju batik namun dilakukan pengambilan poto bintara tersebut yang memakai pakaian Polri. 

Personil yang terakhir kali bertugas sebagai Anggota Bamin SPKT I Polres Lombok Tengah tersebut melanggar Pasal 12 Ayat (1) huruf a Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia

Kapolres mengungkapkan bahwa, kegiatan upacara PTDH tersebut sangat disayangkan dan bukan tiba-tiba dilaksanakan, semua melalui proses yang panjang. Kepada yang bersangkutan sudah diberikan kesempatan namun masih berulang dan berulang. 

"Saya minta ini menjadi contoh bagi kita semua termasuk diri saya pribadi, dan ini tidak perlu terjadi sebenarnya," ungkap AKBP Esty. 

Terhadap seluruh personel Polres Lombok Tengah, untuk bisa lebih bersyukur karena tugas di kepolisian tidak ada yang terlalu berat sama sekali. Mengingat dirinya sendiri sudah melalui dua sisi yaitu sekarang bertugas di kepolisian dinas umum dan selebihnya di Brimob, yang notabene selalu mendapat penugasan. 

"Saya sekarang bersyukur diberikan waktu bersama keluarga, bisa tidur dengan anak saya yang sebelumnya jarang bisa saya lakukan. Mungkin teman-teman kita yang bertugas di daerah konflik belum tentu bisa seperti kita yang sekarang," kata Kapolres. 

Lanjut Kapolres, berbagai langkah dan upaya dari Biro SDM dalam pembinaan karier telah dilakukan, baik langkah-langkah preventif maupun langkah yang lain seperti sirkulasi mutasi untuk menghindari kejenuhan anggota itu sendiri.

"Saya minya kata jenuh itu berangkat dari diri sendiri, 19 tahun saya tugas di Brimob saya tidak pernah merasa bosen karena saya menikmati dan berupaya berbuat yang terbaik untuk institusi maupun satuan. Hidup kadangkala tidak sesuai dengan harapan, harapan dan kenyataan kadangkala tidak sesuai," ujarnya. 

Kapolres sekali lagi meminta kepada personil Polres Lombok Tengah agar semangat kerja itu harus tetap ada, bersama-sama berbuat maksimal terhadap institusi, berbuat yang terbaik untuk masyarakat. 

"Cukup sekali ini dan terakhir, tidak ada lagi upacara PTDH terhadap personil Polres Lombok Tengah," tutup Kapolres.

(SS-MS)

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post

Adsense