Sanggar Kesenian Putri Dewi Anjani Kembali Buktikan Eksistensinya Di Pekan Kebudayaan Nasional 2020.

Praya, Suara Selaparang - Sanggar Kesenian Dewi Putri Anjani dari Kabupaten Lombok Utara kembali membuktikan esistensinya di dunia kesenian tradisional Gendang Beleq, karena merupakan satu - satunya sanggar Gendang Beleq yang mewakili NTB sebagai pengisi acara dalam Pekan Kebudayaan Nasional 2020 di Kuta Mandalika, Selasa (29/09/20).

Sebelumnya sanggar kesenian Putri Dewi Anjani pada tahun 2019 lalu juga pernah mengikuti event tersebut sebagai pengisi acara di Senayan Jakarta, dan tahun ini di rencanakan akan tampil kembali sebagai perwakilan Provinsi NTB di Jakarta namun terkendala Covid19.

"Awalnya acara ini akan di adakan kembali di Jakarta akan tetapi kendala covid akhirnya di putuskan dengan cara taping" Ungkap Harbian Banyu Suhendra selaku Humas Sanggar Putri Dewi Anjani.

Ia menjelaskan bahwa terkait situasi saat ini menyebabkan event tersebut diadakan dengan cara yang berbeda yaitu dengan sistem taping 

yang di gunakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang tentunya membutuhkan tenaga ekstra untuk setiap penampilan. "Kesan kami mengikuti kegiatan kali kedua ini berbeda karena sistem yang di gunakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan adalah sistem taping tentu sangat-sangat menguras tenaga karena taping yang di ambil harus benar-benar momentum" tambahnya.

Meskipun ditengah pandemi yang melanda saat ini , namun tidak menyurutkan semangat dari Sanggar Putri Dewi Anjani untuk menampilkan yang terbaik untuk NTB, di mulai dari pukul 10 pagi pengambilan video dengan menyuguhkan pementasan  tiga gending variasi yaitu 1. Petegelan ate 2. Rembak 3. Di tutup dengan gending manuk belage, Sanggar Putri Dewi Anjani berhasil memberikan penampilan yang sempurna.

Dengan terpilihnya Sanggar Putri Dewi Anjani sebagai perwakilan Provinsi NTB tentunya memberikan bukti bahwa kesenian tradisional seperti Gendang Beleq masih diminati dan di berikan ruang sebagai kesenian yang wajib dilestarikan di era modern saat ini untuk memporomosikan kebudayan Pulau Lombok.

Harbian mengungkapkan bahwa kedepannya sanggar kesenian gendang beleq wajib hukumnya di lestarikan agar tidak tergeser oleh kemajuan zaman dan masyarakat Lombok tidak kehilangan jati dirinya, Harapnya.

Dan sejatinya sebuah warisan budaya apapun jenisnya sudah patut di jaga kelestariannya secara bersama, agar generasi yang akan datang tahu dan bisa mengembangkan apa yg sudah diwariskan oleh generasi pendahulu.

"Maka dari itu kita sebagai pemuda harus bisa terus melestarikan kebudayaan lombok secara utuh, khususnya Gendang Beleq karena kalau bukan kita siapa lagi" Tutupnya. (SS-AD)

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post

Adsense