Video Porno Istri TKI Gegerkan Warga Kopang.

Lombok Tengah, Suara Selaparang - lagi lagi Video porno Beredar di Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah, Video yang Berdurasi 52 detik tersebut menggegerkan Masyarakat Kopang Khususnya dan Masyarakat Lombok Tengah Pada umumnya karena vulgar dan menampilkan aktivitas seksual via sosial media tanpa busana.setelah ditelusuri pemeran video porno tersebut adalah salah satu Warga Dasan Ontok Timur Desa Dasan Baru Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah.

Berawal Pada hari Kamis tanggal 25 November 2020 sebuah video porno yang melibatkan salah satu warga Dusun Ontok Timur Desa Dasan Baru Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah beredar luas di dunia maya dan menggegerkan warga Lombok Tengah.

Aparat kepolisianpun bergegas mendeteksi pemeran dan penyebar video sewasa tak senonoh tersebut. Selanjutnya Tim Polsek Kopang yang terdiri dari Kanit Humas AIPDA Samsul Anwar, Panit II Reskrim BRIPKA Syahrizal, Banit  Intelkam BRIPKA Suhirman turun ke lapangan mengamankan pemeran Video syur tersebut Ke Mapolsek Kopang.

Adapun identitas warga yang ada di dalam video tersebut adalah : Dewi Alias Dian, Umur 24 Tahun beralamat di Dasan Ontok Timur Desa Dasan baru kecamatan Kopang.

Berdasarkan hasil keterangan Pelaku yang telah diamankan Polsek Kopang, video tersebut di buat sekitar pertengahan tahun 2020 dan pada saat itu sepasang Suami istri melakukan video Call Intim dengan suaminya yang ada di Negeri Jiran Malaysia dan dia tidak mengetahui kalo Video tersebut saat itu direkam oleh suaminya.SHN 28 Tahun,suami pelaku adalah seorang TKI di Malaysia yang beralamat di Dusun Penyawung Desa Dasan Baru Kec.Kopang Lombok Tengah.

Dijelaskan juga bahwa video tersebut dikirim oleh suami korban melalui Facebook ke salah satu keluarga suami korban atas nama Putra dengan alamat Dasan Penyawung Desa Dasan Baru Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah,dalam hal ini putra diduga menyebarkan Video syur tersebut kepada netizen.

Selanjutnya Pemeran Video dan terduga Penyebar di arahkan ke Polres Lombok Tengah untuk penanganan lebih Lanjut karena terkait UU ITE dan UU Perlindungan Perempuan dan Anak.

Korban sempat bercerai pada tgl 30 Oktober 2020 dan kembali rujuk pada tgl 6 November 2020. 


SS-MH

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Adsense

Promo