Meskipun Masa Jabatan Tinggal Hitungan Hari, Pjs Bupati Abe Bergerilya di Pusat Membawa Proposal Untuk Bantu Pembangunan di Sumbawa.

Sumbawa, Suara Selaparang - Banyak proyek Pembangunan di Kabupaten Sumbawa  masih butuh bantuan pemerintah pusat. Untuk itu, Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Sumbawa, Ir. Zaenal Abidin, M.Si., bergerilya di sejumlah Kementerian membawa sejumlah proposal. 

Meskipun masa jabatannya tinggal menghitung hari, namun Pjs Bupati Abe, panggilan akrab Pjs Bupati Zainal Abidin tidak mau berdiam diri. Pjs Bupati Abe yang akan berakhir masa jabatannya pada 5 Desember ini, terus berupaya memberikan usaha untuk pembangunan Sumbawa.

Bersama sejumlah Kepala Dinas mengunjungi Kantor Staf Kepresiden (KSP) dan beberapa Kementrian untuk memperkuat sinergi program pembangunan pemerintah pusat dan daerah. 

Kunjungan Pjs Bupati Sumbawa ke KSP menjadi tindaklanjut dari kunjungan Kepala KSP, Jenderal TNI (Purnawirawan) Moeldoko ke Kabupaten Sumbawa khusus Kecamatan Lunyuk pada Bulan Juli lalu. Saat itu, Jenderal Moeldoko didamping Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah, Danrem 162/WB, Dandim Sumbawa, Kapolres Sumbawa dan Camat Lunyuk melihat sejumlah potensi di Kecamatan Lunyuk.

“Pada kesempatan tersebut, Pak Moeldoko menyaksikan secara langsung potensi perikanan, pertanian dan peternakan di Kabupaten Sumbawa, sekaligus mendengarkan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat untuk dicarikan solusinya” ujar Pjs Bupati Sumbawa memulai diskusi. 

Selanjutnya Pjs Bupati Sumbawa menyampaikan berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi Kabupaten Sumbawa seperti masalah infrastruktur, konektivitas, nasib guru honorer dan tenaga kesehatan, penyelesaian bantuan bencana alam termasuk musibah kebakaran yang menimpa masyarakat di Batu Rotok dengan mengupayakan bantuan pembangunan rumah dan sarana prasarana permukiman untuk korban terdampak sekitar 100 KK, 312 Jiwa dan 71 unit rumah rusak total. 

Melalui kesempatan ini, Pjs Bupati Sumbawa menyampaikan proposal percepatan pembangunan pembangunan infrastruktur strategis dalam rangka mendukung Proyek Strategis Nasional. Beberapa proyek itu antara lain lanjutan penuntasan Jalan Samota Jalur I sepanjang 6 Km, pembangunan 3 unit jembatan dan pembangunan Jalur II sepanjang 24,5 Km; Pembangunan infrastruktur sentra produksi udang berupa pembangunan Integrated Cool Storage kapasitas 200 ton, peningkatan infrastruktur Bandara Lunyuk dan Pembangunan Dermaga Ai Bari di Kawasan Samota; Penyelesaian bantuan korban bencana gempa bumi berupa stimulus pembangunan rumah korban gempa bumi tahun 2018 sebanyak 1.300 rumah; 

Pada kesempatan tersebut, Pjs Bupati Sumbawa juga menyampaikan proposal pembangunan infrastruktur utama untuk rencana Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Santong yaitu Pelabuhan Tanjung Santong yang akan dilaksanakan oleh Pelindo III beserta fasilitas penunjang dan infrastuktur jalan kawasan dan pembangkit listrik PLTU 2×50 MW Sumbawa II; Keberadaan KEK Tanjung Santong tersebut diharapkan akan menjadi lokomotif pembangunan wilayah Pulau Sumbawa bagian Timur dan Selatan. 

Tidak lepas dari radar Pjs Bupati Sumbawa, menyampaikan upaya percepatan pembangunan Bendungan Krekeh di Kecamatan Unter Iwis untuk pengendalian banjir di Ibu Kota Sumbawa Besar, pengaman air baku dan air daerah irigasi 4.500 Ha; serta Bendungan Labangka Kompleks di Kecamatan Labangka yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Food Estate Nasional untuk air daerah irigasi 3.500 Ha.

Pembangunan jalan akses konektivitas wilayah terpencil seperti ruas jalan Ruas jalan Batu Dulang-Tepal-Musuk-Tangkan Pulit-Batu Rotok-Sebeok-Senawang-Teladan-lenangguar, panjang 98 km; Ruas jalan Bantulanteh, Ongko-Mata (Tolo Oi), panjang 28 Km; Relokasi Jalan Negara ke Lingkar luar Alas, panjang 5,2 Km serta usulan pembangunan ruas Jalan Desa Strategis seperti Tepal-Bao Desa 7 Km; Tangkan Pulit-Bao Desa 2 Km; Mungkin-Kelawis 2, 1 Km; Lenangguar-Kuang Amo 15 Km; Kuang Amo-Sempe 8 Km juga disampaikan dalam proposal Pjs Bupati Sumbawa.

Pjs Bupati Sumbawa juga menyampaikan pentingnya keberadaan Mobile Continer Laboratorium Real Time PCR-BSL 2 yang akan digunakan Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk meningkatkan kapsitas dalam pengendalian penyebaran pandemi Covid-19 di Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten/Kota di Pulau Sumbawa.

Pjs Bupati Sumbawa juga menyampaikan pentingnya keberadaan pembangunan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) di wilayah rawan gempa seperti NTB khususnya Kabupaten Sumbawa. Berdasarkan pengalaman kejadian gempa tahun 2018 lalu, ketika jaringan listrik PLN terganggu akibat gempa, hanya PJUTS yang dapat diandalkan karena relatif tidak terdampak. Kami mengusulkan pembangunan PJUTS sebanyak 1.000 unit untuk 24 kecamatan se-Kabupaten Sumbawa.

Bersamaan pada waktu ini, bertempat di Kantor Perwakilan Pelindo III di Jakarta, Tim Pemkab Sumbawa yang dimpin oleh Asisten Bidang Perekonomian, Kepala Bappeda dan Ketua Komisi II DPRD Sumbawa melaksanakan Rapat dengan Direktur PT. Pelindo III dalam rangka melaporkan perkembangan kemajuan pelaksanaan Kemitraan Strategis untuk Pembangunan Pelabuhan Tanjung Santong dan rencana pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Santong Kedepannya

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Adsense

Promo