Perbaiki Kualitas Padi, PT. Sterling Agritech Indonesia Kembangkan Benih Padi Hibrida

Lombok Timur, Suara Selaparang - Guna menjaga peningkatan hasil produksi panen pada sektor pertanian khusunya untuk para petani padi yang berada di Lombok Timur, PT. Sterling Agritech Indonesia mengajak masyarakat agar menggunakan varietas (benih) padi hibrida pada kegiatan panen raya, bersama dengan Dinas Pertanian Lombok Timur yang berlokasi di Desa Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur.

Lalu Satria Budiman selaku Asisten Manajer Marketing di PT. Sterling Agritech Indonesia menjelaskan, varietas padi hibrida itu lahir dari persoalan para petani yang selama ini membutuhkan solusi, ketika lahan garapan yang mulai tergerus oleh bangunan-bangunan baru.

“Varietas padi hibrida itu lahir karena ladang sawah yang sudah mulai tergantikan dengan bangunan-bangunan megah seperti perumahan, dan industri lainnya” jelasnya. Kamis, 19/11/2020.

Namun dengan keadaan seperti itu, lanjutnya, petani pastinya menginginkan peningkatan pada hasil panen ketika musim panen raya datang. Berangkat dari persoalan itulah, PT. Sterling Agritech Indonesia memberikan solusi jitu dengan mengembangkan varietas padi hibrida tersebut.

Ia menuturkan salah satu dari sekian banyak keunggulan yang dihasilkan dari varietas padi hibrida, yakni peningkatan 30% sampai dengan 40% pada hasil produksi padi dalam waktu yang singkat, jika dibandingkan dengan varietas lokal.

Jika lebih dirincikan, kata Satria sampel pengubinan yang dipakai olehnya saat ini pada varietas padi hibrida itu dengan luas lahan 1,6 are. Dengan luas lahan tersebut, menurutnya bisa menghasilkan gabah seberat 180 kilogram. Yang jika dikonversikan ke hektar akan menghasilkan sekitar 11,25 ton/hektar.

“Produk kami ada namanya SL 8SHS yang dimana bisa meningkatkan kapasitas produksi pada hasil panen petani. Contohnya jika luas lahan petani padi 1 hektar maka akan dihasilkan 11,25 ton padi,” ucapnya.

Saat ini untuk varietas padi hibrida, dirinya mengaku bahwa masih dalam fase demo plot yang artinya masih pada masa mensosialisasikan keunggulan dari varietas padi hibrida tersebut. Agar petani yang berada di wilayah Kecamatan Wanasaba bisa meningkatkan hasil taninya dengan baik, tentunya tidak melupakan kualitas.

Selain itu, ia bersama rekan perusahaan lainnya mengatakan saat ini tetap melakukan aksi sosialisasi kepada masyarakat khususnya di Lotim. Terutama dalam hal pengelolaan benih, pengenalan benih, tata cara persemaian, hingga pada teknologi-teknologi yang digunakan oleh petani.

“Tentunya dari hasil pengenalan teknologi tersebut, nantinya petani bisa lebih meningkatkan potensi hasil pertaniannya. Khususnya pada sektor pertanian padi,” ulasnya.

Untuk lebih luas memperkenalkan pengembangan dari varietas padi hibrida tersebut, Satria menuturkan hingga saat ini di NTB untuk pengembangan padi hibrida berlokasi di wilayah Lombok Tengah, Lombok Timur bagian selatan, dan saat ini sedang menjamah ke wilayah pulau Sumbawa.

Agar tetap terkontrol dengan baik ke depannya, dirinya mengaku mendapatkan dukungan penuh dari Distan Lotim. Terlebih lagi, untuk memperluas jaringan lahan ke depannya supaya petani bisa menggunakan varietas padi hibrida itu.

Menjawab hal itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikurtura Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur M. Syafruddin mengatakan kesiapannya mendukung seluruh program yang bisa mengembangkan potensi tani, khususnya di Lotim.

“Kami harapkan untuk seluruh elemen masyarakat, agar tetap mensosialisasikan kebutuhan-kebutuhan para petani di Lotim. Terlebih lagi itu bermanfaat bagi pengetahuan para petani lokal,” sebutnya.

Terlebih lagi, sambungnya, Lotim merupakan daerah terbesar sumbangan untuk hasil tani di NTB. Dengan rincian jumlah yang hasilkan dari petani Lotim yakni 14,45 ton perhektar.

Pada kesempatan itu, ia juga mengingatkan agar petani jangan terlalu asik dengan satu varietas saja. Pasalnya, jika maindset petani terus-menerus seperti itu, maka sulit untuk berkembang. Oleh sebab itulah, ia mengapresiasi pengembangan varietas padi hibrida dari PT. Sterling Agritech Indonesia tersebut.

“Satu hal yang perlu di atensi juga, yakni bukan hanya mengenai varietas. Akan tetapi model penanaman juga perlu diperhatikan oleh para petani,” tandasnya.

Ke depan, ia mengharapkan Unit Pelayanan Tekhnis (UPT) Kecamatan dan seluruh elemen masyarakat yang terlibat pada sektor pertanian. Ke depannya bisa membangun sinergitas, yang berfungsi untuk membangun dan mensejahterakan para petani.

Sementara itu, salah satu pelanggan tetap varietas padi hibrida dari PT. Sterling Agritech Indonesia yang berasal dari Wansaba yakni Isman, menceritakan perbandingan antara varietas padi hibrida dan lokal yang menurutnya sangat jauh berbeda ketika musim panen tiba.

“Ketika membandingkan hasilnya dengan lahan sebelah yang dimana itu juga merupakan lahan sawah saya, terjadi perbandingan yang jauh,” sebutnya.

Ia mencontohkan dari segi hasil butir dari satu tangkai/malai padi, yang dimana jika varietas padi hibrida menghasilkan 300 butir/tangkai. Dibandingkan dengan varietas lokal yang hanya menghasilkan paling banyak 250 butir/tangkai.

Ke depan dirinya menargetkan, untuk semua lahan sawahanya harus bisa ditanamkan padi dengan benih hibrida tersebut. Terkait dengan sistem penanaman pada varietas padi hibrdia dengan lokal, diakuinya berbeda.

Isman menerangkan, jika padi dengan varietas lokal untuk penanamannya bisa dilakukan dengan cara sembarangan. Namun hal itu berbeda dengan varietas padi hibrdia, yang sistem tanamnya itu menggunakan pola tertentu. Sehingga itu nantinya akan berpengaruh juga pada hasil produksi gabah.

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post

Adsense