Subdit IV Ditreskrimum Polda NTB Ungkap Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Mataram, Suara Selaparang - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat berhasil ungkap dan gagalkan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Kasus tersebut terbongkar lantaran adanya laporan korban dan keluarga korban dengan Nomor : LP/376/XII/2020/SPKT/NTB/SPKT, Tanggal 1 Desember 2020,  para korban tersebut berasal dari Lombok Tengah sebanyak 3 orang kemudian Lombok Timur 5 orang dan 1 orang berasal dari Bima. Sehingga jumlah korban TPPO sebanyak 9 orang dan semuanya perempuan.

Tersangka berinisial IBK, Umur 43 tahun, lahir di Selong, 08 Juli 1977, Islam, pekerjaan Wiraswasta, suku Sasak, kewarganegaraan Indonesia, alamat Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur.

Lebih lanjut dalam penjelasan Kabid Humas Kombes Pol. Artanto saat konfrensi pers (21/12) mengatakan bahwa kejadian tersebut berawal pada sekitar bulan Agustus 2020 di Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur, wilayah hukum Polda NTB. 

"Tersangka (IBK) telah melakukan kegiatan pelaksana penempatan Pekerja Migran Indonesia secara Unprosedural atau merekrut TKW untuk di pekerjakan di luar negeri (Singapura) perorangan tanpa melalui prosedur yang berlaku," jelas Kabid Humas, (21/12).

Lanjut oleh Kombes Pol. Artanto mengatakan para korban dikirim ke negara Singapura melalui Pelabuhan Harbour Bay Batam Kepulauan Riau tanpa dilengkapi dengan dokumen Pekerja Migran Indonesia (Ilegal) namun para korban berhasil digagalkan oleh petugas BP2MI Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, selanjutnya pada 27 November 2020 para korban dipulangkan ke daerah asalnya. 

Tambah Kombes Pol. Artanto dikatakan bahwa tersangka sebagai seorang atau perorangan. 

"Mengirim Pekerja Migran Indonesia ke luar negeri hanya dengan menggunakan dokumen berupa permohonan Visa kerja yang dilampiri Job Order dari pengguna di negara setempat (Ilegal Entry Legal Stay),” tambahnya.

Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa, delapan bendel Surat Keterangan Hasil Medical Kesehatan, 9 Surat Permohonan Ijin Visa tujuan  ke negara Singapura kemudian 7 dokumen pengajuan asuransi AXA INSURANCE PTE LTD dan 9 buah paspor atas nama para korban, 4 lembar boarding pass penyeberangan dari Batam-Singapura dan 2 lembar boarding pass maskapai Lion Air penerbangan Surabaya-Batam dan 1 lembar boarding pass maskapai Lion Air penerbangan Lombok-Surabaya.

Atas perbuatannya, pelaku tindak pidana TPPO berikut barang buktinya di amankan di Mapolda NTB, dan terhadap tersangka di jerat dengan pasal yang disangkakan : UU RI No.18 tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI). Pasal 81 “orang perseorangan menempatkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) keluar negeri” dan atau Pasal 83 "dengan sengaja menempatkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tidak memenuhi persyaratan", dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun pidana penjara dan pidana denda paling banyak Rp15 miliar. 

(SS-IBN)

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Adsense

Promo