Kelangkaan Pupuk Bersubsidi di Wilayah Praya Tengah Membuat Petani Geram.

Lombok Tengah, Suara Selaparang - Terkait kelangkaan Pupuk Bersubsidi yang di hadapi masyarakat Praya Tengah Kabupaten Lombok Tengah membuat sejumlah Petani geram.

Di konfirmasi Wartawan Suara Selaparang terkait hal itu hari ini, Jum'at tanggal 18 Desember 2020 Kepala UPT Pertanian Kecamatan Praya Tengah Ir. Azhari mengatakan bahwa jatah pupuk untuk musim tanam tahun ini adalah sisa dari alokasi musim tanam sebelumnya.

Lebih jauh ditanya apakah dengan sisa alokasi Pupuk Bersubsidi tahun ini bisa petani tercover, ia menjawab "Iya", namun fakta di lapangan berdasarkan pantuan wartawan Media ini tidak seperti yang di lontarkan oleh Azhari.

Sejumlah masyarakat petani yang di mintai keterangan terkait hal itu menyatakan bahwa. 

"Saya sudah terdaftar menjadi anggota Kelompok Tani dan namnya sudah tertuang di e-RDKK sulit sekali untuk mendapatkan Jatah Pupuk Bersubsidi di Pengecer". Gerutuknya.

Hal lain juga yang di temukan dan menjadi temuan di lapangan adalah Pembelian Pupuk Bersubsidi Oleh Anggota Kelompok jauh melampaui HET (Harga eceran tertinggi), dan Tidak mendapatkan Pupuk NPK atau Ponskha.

Menanggapi hal itu Heri Setiawan yang membidangi pengawasan Pupuk Bersubsidi mengatakan. 

"Terkait Adanya pengecer yang menjual di atas HET (Harga eceran tertinggi) sah-sah saja dan memberikan toleransi kepada pengecer, dengan mempertimbangkan hal hal lain". 

Ir. Azhari juga ikut berbicara, terkait penjualan oleh pengecer kepada petani diatas HET (Harga Eceran Tertinggi) juga mempertimbangkan Kewajiban Pengecer 10% membeli Pupuk Non subsidi. 

"Nah dia Mau petikkan darimana pembelian yang 10% itu Boss" Ucapnya. 

Terkait Dengan Pengusulan Tambahan Jatah Pupuk Bersusidi  Azhari menjawab sudah di Usulkan melalu Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah dan semuanya sudah tersalurkan oleh Distributor ke Pengecer Ungkapnya. 

"Terkait penyalurannya ke masing masing Petani kami tidak mampu kontrol dor to dor", jawab Heri.

Ditanya terkait apabila ada temuan atau aduan pengecer yang menjual pupuk bersubsidi di atas harga HET dan tidak tersalurkan ke masing-masing petani yang terdaftar di e-RDKK Ian Menjawab.

"Kami akan tindak sesuai kewenangan kami"

Salman Selaku Penyuluh Pertanian di Konfermasi mengenai jenis jenis Pupuk yang di subsidi Pemerintah menjawab dan menjabarkannya.

"Mulai tahun ini yg disubsidi oleh pemerintah dalam 1 ha. : Urea 100 kg, sp 36 edak/- npk 200 kg, za 50 kg, petroganik 40 kg, untuk anggota yg tidak masuk namya di e-RDKK bisa disiapkan daftarnya mulai sekarang untuk kita coba daftar ulang di tahun 2021 berupa foto copy KTP". 

SS-MH

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Adsense

Promo