PKPI Loteng Siap Jadi Oposisi Pemda.

Lombok Tengah, Suara Selaparang - Perhelatan Pilkada 2020 sebentar lagi final, dari quick qount di beberapa Kabupaten/Kota sudah memperlihatkan hasil paslon yang suara terbanyak, meski keputusan resmi KPUD nanti pada 17 Desember tapi sedikit tidak sudah ada gambaran untuk masing-masing Kabupaten/Kota.

Namun, PKPI melihat ini sebuah penomena pilkada yang luar biasa susah, karena keterbatasan akibat pandemi Covid-19 dan krisis ekonomi yang melanda dunia.

Pilkada dalam keterbatasan ini tentu kita maklumi sebagai pilkada yang sulit dan rumit dari proses kampanye sampai pemungutan dengan bayang-bayang protokol kesehatan.

Bukan itu intinya, kami melihat pesta demokrasi kali ini sangat tidak bergengsi, karena pemenang pemenang hanya kisaran 5-8 persen suara padahal kalau kita lihat sepatutnya untuk incumbent menang di angka 10-15 persen, sementara musuhnya pemain baru dan rata-rata tangan kosong.

Kita ambil contoh di Loteng, paket Pathul-Nursiah awalnya kita prediksi menang di atas 13-14 persen melihat penantangnya yang kita semua tahu lebih kurangnya, apalagi selama 5 tahun ini Pathul sebagai Wabup dan Nursiah sebagai Sekda mengelola APBD 2 Triliun lebih, harusnya dengan pengalaman dan kinerjanya persentase kemenangan petahana ini di atas 10 persen.

Untuk itu kami melihat pilkada kali ini kurang greget dan bergengsi, namun khusus untuk KLU ini pilkada derby antara Johan dan Najmul duel maut mereka ini dan sesuai survey awal Johan unggul 17 persen dan mengerucut menjadi 7-8 persen.

Meski begitu, kami menyambut baik pilkada ini sebagai pilkada yang aman dan jauh dari huru hara, alhamdulilah kita aman meski terbatas dan susah.

Saya juga ucapkan selamat kepada para pemenang konstestasi ini semoga janji-janji dan visi misi bisa di realisasikan ke rakyat, karena janji itu hutang juga kredibilitas seorang pemimpin jangan sampai tidak di tepati, misalnya motor dinas kadus itu harus segera di realisasikan, kenaikan tunjangan dan lainnya juga pasti sudah di tunggu-tunggu.

Mari untuk paslon yang kalah, panggung sudah di lipat jangan lagi ada dendam politik kita kembali bersama membangun daerah kita masing-masing. 

Kalau kami PKP indonesia sudah menyatakan diri sebagai oposisi untuk pemerintah karena keseimbangan itu penting, cara mencintai daerah kita berbeda beda kami akan memberikan kritik konstruktif dan masukan juga ide-ide, jika pemerintah menyimpang kami juga akan mengawasi dan mengingatkan.


M. Samsul Qomar - Ketua DPK PKP Indonesia Loteng



0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Adsense

Promo