Cek Cok Saat Tagih Hutang, Seorang Ibu Rumah Tangga Warga Semoyang Lombok Tengah Ditahan Polisi.

Lombok Tengah, Suara Selaparang - Malang nasib Inaq Lina, Ibu rumah Tangga berusia  30 tahun warga Dusun Montong Lisung, Desa Semoyang, Kecamatan Praya Timur. Ia harus ditahan aparat kepolisian karena dilaporkan oleh tetangganya saat menagih Hutang. Ibu dua orang anak dimana anak terakhir yang terpaksa ia tinggalkan karena untuk sementara harus berurusan dengan jeruji besi kini masih berusia 6 bulan dan masih membutuhkan ASI.

Berdasarkan informasi yang dihimpun suaraselaparang.com, Inaq Lina, setelah melahirkan bayinya, saat itu datang ke rumah tetangganya dengan niat ingin menagih uang yang pernah dipinjamkan ke tetangganya. Namun miris, setelah ia sampai di rumah tetangganya, bukan uang yang Ia dapatkan, tapi omelan sehingga terjadilah cek-cok antara kedua belah pihak. 

Tetangganya, tidak terima kalau Inaq Lina datang menagihnya, parahnya tetangga yang ditagihnya itu kemudian melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.dan Inaq Lina kini ditahan Pihak berwajib. Kabar tindakan penahanan dan kasus ini disampaikan secara tertulis oleh Tim Advokasi KASTA NTB kepada media suaraselaparang.com, Kamis (7/1/2021).

"Menurut kami kasus ini sangat dipaksakan, padahal Ibu tersebut juga sebagai korban dalam cek-cok yang berujung perkelahian dengan tetangganya tersebut, Ibu malang tersebut hanya datang untuk menagih haknya." Ungkap Daur Tasalsul, SH,. MH,. Ketua Kasta NTB DPD Lombok Timur yang juga Team Advokasi mendampingi inaq Lina.

"Saat ini kami sedang mengusahakan penangguhan penahanan atau pengalihan bentuk penahanan, mengingat Inaq Lina masih memiliki anak yang membutuhkan asupan ASI darinya. Mirisnya lagi anak malang tersebut saat ini diasuh oleh ayahnya, anak malang tersebut saat ini membutuhkan kasih sayang dan pelukan hangat Ibunya." Sambungnya. 

Jika kasus Tindak Pidana Ringan  dapat dilakukan penahanan, maka seluruh ruang tahanan yang ada di Indonesia akan penuh, bagaimana dengan kasus-kasus besar yang ada, bagaimana kabar kasus anak melaporkan Ibu kandung yang ditolak APH satu tahun yang lalu karena alasan kemanusiaan. 

Berdasarkan alasan kemanusiaan inilah yang membuat kami ingin melakukan penangguhan. Kami berharap, pihak kepolisian mengabulkan permohonan kami dan proses hukum akan kami hormati dan jalankan, saat ini kasus Inaq Lina tersebut sudah tahap dua, yaitu dari Polres Lombok Tengah, di limpahkan ke Kejari Lombok Tengah kemudian dilakukan penahanan oleh Kejari, dan saat ini Ibu malang tersebut dititip penahanannya di Polsek Praya Tengah.

Kami berharap kedepannya, agar APH lebih berhati-hati dan teliti dalam menyelesaikan kasus, apalagi menyangkut kehidupan seseorang. Semoga permohonan kami segera ada kepastian, dan semoga kemanusiaan masih ada di muka bumi ini. Saat ini, bayi malang tersebut dalam keadaan sakit, Ia merindukan sosok seorang Ibu disampingnya.

Red-SS

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Adsense

Promo