Pelabuhan Lembar Diperketat, Calon Penumpang Wajib Miliki Hasil Rapid Test.

Lombok Barat, Suara Selaparang - Sebagai gerbang masuk di Pulau Lombok Bahkan NTB, Polsek Kawasan Pelabuhan Lembar lebih meningkatkan pengawasan Protokol Kesehatan di area pelabuhan penyebrangan.

Kapolres Lobar AKBP Bagus S. Wibowo, SIK melalui Kapolsek Kawasan Pelabuhan Lembar Iptu I Made Dharma Yulia Putra, S.T.K., S.I.K., mengatakan, "Pengawasan Protokol Kesehatan di Pelabuhan Penyeberangan Lembar dan sekitarnya, tidak hanya di titik beratkan kepada pengguna jasa penyeberangan saja akan tetapi  termasuk juga terhadap petugas sendiri, termasuk pengguna jasa penyeberangan, buruh, maupun masyarakat lainnya yang beraktifitas tidak terlepas dari pengawasan," ungkapnya, (5/1). 

Dikatakan oleh Iptu Made Darma, bahwa selaku Kapolsek KP3 menjelaskan bahwa Pelabuhan Lembar merupakan penghubung antar daerah sangat berpotensi menjadi salah satu cluster penyebaran Covid-19, jika tidak ditangani dengan baik. 

"Pihak KP3 Polres Lobar melakukan kegiatan untuk perketat dan terapkan protokol kesehatan sebagai upaya penekanan penyebaran Covid-19, hal tersebut dilaksanakan bersama stake holder di Pelabuhan Lembar sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya," jelas Made Darma.

"Memastikan kondisi pengguna jasa penyeberangan Lembar baik terhadap calon penumpang yang akan berangkat maupun kepada penumpang yang tiba dilakukan rapid test jika tidak memiliki dokumen hasil rapid test, dan pelaksanaannya dilakukan oleh tenaga kesehatan Lobar dengan di back up penuh oleh Polsek kawasan Pelabuhan Lembar dalam pengawasannya,” ungkap Made Darma, (5/1). 

Bentuk pengawasan dengan memastikan penerapan protokol kesehatan, dari wajib mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak dengan jasa penyebrangan. Sementara terkait dengan Surat keterangan rapid test memiliki masa berlaku yakni maksimal 14 hari dari tanggal di terbitkan dan jika melewati batas waktu tersebut wajib melakukan rapid test kembali. 

Pada pintu loket dilakukan penjagaan ketat, terkait pemeriksaan bila tidak memiliki dokumen hasil rapid test, maka diarahkan untuk melakukan rapid test. Begitu juga pengawasan di pintu pintu keluar dermaga (kedatangan) dilakukan pemeriksaan satu persatu baik dalam penerapan protokol kesehatan maupun dokumen hasil rapid test dari daerah asal. 

"Jika tidak bersedia melakukan rapid test, maka penumpang atau pengguna jasa penyeberangan lainnya tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan, diarahkan kembali ke daerah asal," tutup Kapolsek KP3 Iptu Made Darma. 

(SS-IBN)

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Adsense

Promo