Pemilik Lahan Enclave Lingkar Sirkuit MotoGP Mandalika Lombok Bongkar Bangunan Sendiri Secara Suka Rela.

Lombok Tengah, Suara Selaparang - Sebanyak 4 orang kepala keluarga yang bertempat tinggal di Dusun Ujung Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, membongkar sendiri bangunan rumahnya yang berada di areal lintasan MotoGP Mandalika Lombok. Komplek bangunan rumah tersebut adalah milik dari keluarga Demung dan Samah selaku pemilik lahan yang berada tepatnya ditikungan 13, dengan posisi menghadang trackline sirkuit Jalan Kawasan Khusus (JKK) Mandalika.

Warga masyarakat tersebut membongakar sendiri secara suka rela bagunan rumahnya setelah menerima hasil apraisal dan ketetapan pengadilan, dalam hal ini adalah PN Praya, ungkap Kapolres Lombok Tengah AKBP Esty Setyo Nugroho pada awak media, (13/1).

Lanjut dikatakan olehnya dari hasil pantauan di lapangan, "sejumlah anggota keluarga warga bergotong royong ikut membantu melakukan pembongkaran rumah dan mengambil bahan bangunan yang masih bisa dimanfaatkan, termasuk pohon yang ada di sekitar pekarangan juga di tebang untuk dimanfaatkan sebagai kayu bakar dan keperluan lainnya." Beber Esty. 

Pasca pembongkaran bangunan warga di wilayah tersebut, PT. ITDC mengokomdir dengan menyiapkan  kendaraan untuk mengangkut barang dan perabotan milik warga untuk di pindahkan ke tempat tinggal mereka yang sudah di sediakan oleh pihak ITDC, kendaraan yang juga disiapkan oleh ITDC. 

"Pihaknya tidak kerahkan anggota personil di lokasi melainkan hanya melakukan pengamanan biasa saja di sekitar lokasi kawasan," jelas Kapolres.

"Atas sikap kooperatif warga tersebut Vice President Corporate Legal & GCG ITDC, Yudhistira Setiawan mengapresiasinya, lantaran warga telah sukarela membongkar serta menerima keputusan pengadilan dengan menerima uang pembayaran lahannya melalui konsinyasi, serta berharap bisa menjadi contoh bagi warga yang belum mau menerima pembayaran yang sudah dititipkan pengadilan," ungkap Yudhistira, bersama Vice President Construction and Stakeholder Relations Management ITDC Aris Joko Santoso saat memberikan keterangan pers di Kuta Beach Park KEK Mandalika, (13/1). 

Dikatakan sudah ada delapan warga yang menerima pembayaran konsinyasi melalui pengadilan dengan nilai sekitar Rp 15.215.710.000,00 (Lima Belas Miliar Dua Ratus Lima Belas Juta Tujuh Ratus Sepuluh Ribu Rupiah) sedangkan masih sebanyak 7 orang KK pemilik lahan enclave yang belum bersedia terima pembayarannya yang telah dititipkan pembayaran di PN Praya.

ITDC bersama tim bentukan Forkopimda NTB terus melakukan upaya persuasi kepada warga agar bersedia menerima pembayaran lahan yang sudah ditetapkan konsinyasi di PN Praya. 

"Kami terus menjalin komunikasi dengan warga dan memberikan pemahaman atas proses pembebasan lahan yang dilakukan,” jelasnya.

Sementara itu, Vice President Construction and Stakeholder Relations Management ITDC Aris Joko Santoso menerangkan, proses pembangunan JKK Mandalika terus dilakukan sesuai target yang sudah ditetapkan. Lahan enclave dan klaim yang satu per satu sudah diselesaikan persoalannya, hanya tiga persen dari keseluruhan lahan yang dibutuhkan dalam proyek JKK Mandalika. Saat ini progres keseluruhan JKK mandalika sudah mencapai 50% tutupnya. 

(SS-IBN)

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Adsense

Promo