Terjatuh Dari Tebing, Pendaki Asal Surabaya Ditemukan Meninggal Dunia di Pelawangan Senaru.

Lombok Utara, Suara Selaparang - Diduga mengalami kecelakaan, dua orang pendaki ditemukan meninggal dunia di jalur pendakian Rinjani via Senaru, Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara, Minggu (3/1/2020).

Kejadian tersebut juga telah dilaporkan ke Kantor Polisi Sektor Bayan pada tanggal 03 Januari 2021, sekitar Pukul 09.00 Wita, dan tercatat di laporan Polisi nomor : LP/01/I/2021/NTB/Res.Lotara/Sek.Bayan. Hal ini berdasarkan informasi dari Kepala Balai TNGR Senaru  Isnan Laila Surahmat. Dimana lokasi kejadian tepatnya berada di Jalur Pendakian Gunung Rinjani Kilometer 7,5 di bawah Pelawangan Senaru, Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara.

Adapun identitas korban adalah M. Fuad Hasan (26 Tahun) asal Sawah Pulo Wetan 4/10, RT 010, RW 012, Desa Ujung, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Korban masih berstatus Mahasiswa.

Sebagaimana dilaporkan aparat Kepolisian setempat korban dan temannya M. Hazazi melakukan pendakian gunung Rinjani sekitar pukul 11.00 Wita kemudian tiba dan menginap di Pos Cemara 5 (lima) sekitar pukul 18.00 Wita. Selanjutnya pada hari Jumat tanggal 01 januari 2021 sekitar pukul 10.00 Wita korban dan temannya berangkat melanjutkan perjalanan, sampai di Pelawangan Senaru, kemudian langsung turun menuju Danau Segara Anak menggunakan jalur lama. 

Sekitar pukul 13.00 Wita di sekitar kilometer 7,5 dibawah Pelawangan Senaru, saksi saudara M. Hazazi yang juga teman korban melihat kawannya M. Fuad Hasan terpeleset terjatuh di tebing, dimana saat itu jarak antara dia (M. Hazazi) dan korban sekitar 10 (sepuluh) meter dengan cuaca yang berkabut ringan dan jarak pandang sekitar sepuluh meter membuat saksi tak mampu menolong korban.

Saksi yang juga teman mendaki korban naik kembali ke Pelawangan untuk mencari sinyal ponsel berupaya menghubungi petugas TNGR Senaru, dan setelah mendapat kabar tersebut petugas TNGR sebanyak 6 (enam) orang langsung naik menuju Pelawangan Senaru untuk melakukan pencarian dan bertemu saksi saudara M. Hazazi yang juga terus melakukan pencarian.

Minggu tanggal 03 Januari 2021 sekitar pukul 05.00 Wita, korban ditemukan oleh tim TNGR dan BASARNAS di bawah tebing dalam keadaan meninggal dunia, selanjutnya tim langsung mengevakuasi jenazah korban. Selanjutnya setiba di Senaru, korban di bawa ke Puskesmas Senaru untuk dilakukan pemeriksaan medis terhadap jenazah.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Visum et Revertum (VeR) sementara, dari perawat jaga Puskesmas Senaru, korban di duga mengalami luka robek di kening sebelah kiri, luka lebam di panggul yang menyebabkan pendarahan pada organ dalam, dan luka lecet di bagian pinggang sebelah kanan akibat terjatuh ke dalam jurang dengan kedalaman 100 M.

Korban kemudian langsung di bawa oleh perwakilan keluarga ke Rumah Sakit Kota Mataram untuk mengurus proses pemulangan jenazah ke daerah asal di Sawah Pulo Wetan 4/10, RT 010, RW 012, Desa Ujung, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. 

Keluarga korban juga telah mengikhlaskan dan menerima kematian korban, mereka memahami dan  menganggap insiden ini sebagai musibah sehingga keluarga menolak untuk di lakukan autopsi. 


Red- SH

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Adsense

Promo