Sekda Lotim Sambut Baik Kegiatan Yang Diinisiasi JMS NTB Dalam Rangka Menanggulangi Penyakit TBC.


 

Lombok Timur, Suara selaparang-- Dalam rangka optimalisasi penanganan penyakit TBC (Tuberculosis) di Kabupaten Lombok Timur, Jaringan Masyarakat Sipil (JMS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Rapat Koordinasi lintas sektoral.


Kegiatan yang digelar di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Kantor Bupati Lotim pada Selasa, (30/02) bersama sejumlah pihak dari berbagai sektor, seperti Dinas Kesehatan, Lapas, Pemerintah Desa, Puskesmas, Klinik, Ormas dan lain-lain itu digelar dalam rangka memperingati hari TB sedunia yang jatuh pada Rabu, 24 Maret lalu.


Sekretaris Jenderal JMS NTB, Suhaimi SH, dalam sambutannya mengatakan bahwa TBC merupakan penyakit menahun yang sampai saat ini masih terus membayangi masyarakat Indonesia, khususnya NTB.


Penyakit TBC itu, katanya, kerap dianggap remeh-temeh oleh masyarakat, padahal dampaknya tidak kalah mengerikan dari Covid-19. Perbedaannya hanya pada tingkat penyebarannya saja.


"TB ini mungkin merupakan sesuatu yang remeh teneh untuk dibicarakan, tapi sebenarnya dia tidak kalah mematikan dari Covid-19," ucapnya. Selasa, 30/03/2021.


Berdasarkan data  yang dia punya, penyakit TBC itu tidak hanya di Lotim, melainkan tersebar hampir di seluruh NTB. Hanya saja, dari segi fasilitas dan penanganan, Lotim merupakan Kabupaten terbaik. 

"Di fasilitas dan penanganan (TB -red), Lotim itu terbaik, tapi menemukannya yang lumayan susah," ucapnya.


Karena itulah dia berharap dengan adanya kegiatan itu, penyakit tersebut bisa terdeteksi sedini mungkin di Lombok Timur. "Harapannya dengan adanya kegiatan ini kita bisa mendeteksi sedini mungkin penyebaran TBC di Lombok Timur," pungkasnya.


Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Timur, Drs. H.M. Juaini Taofik menyambut baik kegiatan yang digawangi oleh JMS NTB tersebut guna meningkatkan kinerja pemerintah dalam menanggulangi penyakit TBC di Lombok Timur.


"Alhamdulillah dengan kolaborasi dengan Jaringan Masyarakat Sipil Indonesia kita menggelar pertemuan lintas sektoral dalam rangka meningkatkan kinerja kita terhadap penanggulangan TBC di Lombok Timur," ujarnya.


Poin terpenting dalam upaya menanggulangi penyakit menular tersebut, lanjutnya, ialah melalui Case Detection Rate (CDR) yaitu tingkat penyebaran TB yang sudah dideteksi di suatu Wilayah. "Case Detection Rate ini sama dengan tracking lah," terang Sekda, sembari menjelaskan bahwa pemerintah dikatakan baik dalam menanggulangi TB ketika banyak ditemukan. 


"Jangan dibalik, kalau dulu kan jika sedikit yang ditemukan maka berarti penanganan itu baik, sekarang kita rubah bahwa semakin banyak kita temukan kasus TBC, maka itu berarti kinerja dari tim penanggulangan TBC di daerah itu bagus," tuturnya.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama

Iklan

Sponsor