Dana BST Diduga Dislewengkan Oknum Kaur, Warga Menceh Geruduk Kantor Desa.


Lombok timur, Suara selaparang-- Ratusan warga Desa Menceh, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur pada Selasa (20/04/2021), melakukan aksi demonstrasi ke kantor Desa setempat. aksi demo dilakukan dipicu oleh adanya oknum Staf Pemerintah Desa yang diduga menyelewengkan dana penerima bantuan sosial tunai (BST).

Amir, Selaku kordinator lapangan saat dikonfirmasi mengatakan, aksi demo yang dilakukan menuntut dana bantuan sosial tunai (BST) yang diselewengkan oleh oknum kaur Desa inisial (HA).

Berdasarkan penjelasan Amir, bukti yang didapatkan dari Pos dan sesuai data penerima atas nama (zuhri.red) mendapatkan bantuan BST tapi haknya diambil oleh oknum Kaur Desa (HA) tanpa sepengetahuan penerima sebenarnya.

“Ada sebanyak 11 orang penerima BST yang diselewengkan dananya oleh (HA) sesuai pengakuannya tadi”, Terang Amir.

Menurut Amir, modus yang digunakan untuk mencairkan bantuan tersebut, (HA) meminta kepada keluarga dan kerabat dekatnya untuk mengambil ke kantor desa pada saat pencairan, dengan alasan penerima yang sebenarnya berhalangan atau sakit.

Masih kata Amir, terkait persoalan ini massa aksi juga menuntut kepala Desa untuk memberhentikan (HA) dan menganti dana bantuan BST kepada penerima yang sebenarnya.

“Untuk sementara tadi kami akan tetap menempuh jalur hukum, walaupun tadi sudah mendapatkan sanksi tegas dari Kepala Desa tapi proses hukum harus tetap berlanjut, agar tidak ada (HA- HA) yang lain”, Ketus Amir.

Ditempat terpisah, Kepala Desa Menceh Idrus, saat dikonfirmasi mengatakan unjuk rasa dilakukan masyarakat menuntut oknum untuk memilih mengundurkan diri atau menempuh jalur hukum. oknum yang bersangkutan memilih untuk mengundurkan diri dan besedia mengganti penerima bantuan yang dirugikan.

“itupun tidak banyak sekitar 10 orang, sekitar 10 juta lebih”, Jelas Idrus.

Idrus juga menerangkan sesuai pengakuan oknum yang bersangkutan bahwa perangkatnya melakukan penyelewengan BST ini sejak Januari 2021. Menurutnya ia mengetahui ada perangkatnya melakukan penyelewengan setelah adanya desas-desus keributan.

Kepada masa aksi Kepala Desa Menceh Idrus, meminta persoalan ini diselesaikan secara kekeluargaan. “Oknum ini juga sudah mengaku khilaf, sudah meminta maaf dan siap menanggung resiko atas perbuatannya”, Terang Idrus.

Ketika ditanya mengenai prosedur penyaluran BST sehinggga bisa diselewengkan selama kurang lebih 3 bulan, Kepala Desa Menceh Idrus menjawab semua sudah memiliki masing-masing ranah dan tufoksi. Ia menyerahkan kepada kaur-kaur yang bersangkutan untuk mengurus segala sesuatunya.

“saya tidak pernah ikut campur dalam pembagian, baik undangan penerimaan pembagian tiang gak pernah ikut campur, karena saya serahkan kepada petugas yang bersangkutan”, Ungkap Idrus.

Idrus berharap dengan kejadian ini menjadi pelajaran bagi dirinya, juga pelajaran untuk kaur-kaurnya yang lain selaku pelayan masyarakat. Agar dapat mengambil hikmah untuk menjadi lebih baik.

Secara terpisah, Kapolsek Sakra Timur, IPTU Ahmad Amin, saat dikonfirmasi membenarkan adanya aksi demo masyarakat Desa Menceh, Kecamatan Sakra Timur “Benar Pak”, Jawab Kopolsek dengan singkat.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama

Iklan

Sponsor