Progres Pendataan Keluarga Tahun 2021 Mencapai 35%, Ahmat: Pendataan Terkendala Server.


Lombok timur, Suara selaparang-- Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lombok Timur melakukan pendataan keluarga tahun 2021, namun pendataan tersebut terkendala server karena memiliki satu unit server se-Indonesia.


Kepala Dinas P3AKB Lombok Timur H Ahmat menjelaskan, secara keseluruhan tidak ada hambatam yang dialami saat pendataan ditingkat bawah. Meski beberapa masyarakat mempertanyakan pendataan ini, namun setelah diberikan penjelasan, masyarakat bisa memahami kegiatan pendataan yang melibatka kader posyandu di masing masing Desa se-Lombok Timur.


"Yang menjadi hambatan kami ada pada server. Karena saat dibuka secara bersamaan seluruh Indonesia, petugas kesulitan masuk," ujar Ahmat saat dikonfirmasi di Ruang kerjanya, Kamis (22/4)


Hambatan dan kendala server sudah disampaikan ke Pemerintah Pusat melalui pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pendataan yang dilalukan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dilalukan lima tahun sekali. Tujuannya untuk mendekatkan data kependudukan secara mikro maupun makro. Hasil pendataan ini tentu akan menjadi sebuah perencanaan pembangunan untuk pemerintah dalam penyampaian program agar tidak sapah sasaran.


Semua masyarakat yang bekeluarga memiliki kartu keluarga (KK), dimasukan dalam pendataan ini. Sementara bagi masyarakat atau keluarga yang belum memiliki KK, petugas akan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Lombok Timur. Sehingga nanti, ketika ada perbedaan data atau hasil pendataan BKKBN lebih dari data yang dimiliki Dukcapil, bisa menjadi permasalahan, sehingga harus memiliki solusi. "Kalau data kita rill. Meski demikian kami akan berkoordinasi bersama dukcapil dan Badan Pusat Statistik, untuk antisipasi meledaknya jumalh penduduk," pungkas H Ahmat.


H Ahmat menambahkan, untuk isentif pendataan bisa diklaim setelah melakukan pendataan. Besaran yang dianggarkan sebesar Rp. 4.000 per KK. Isentif ini diklaim ke Pemerintah Pusat melalui DP3AKB Lombok Timur.


Sejauh ini, pendataan masih proses. Sehingga jumlah data keluarga yang masuk dalam server masing-masing Kecamatan masih fluktuatif. Sehingga belum bisa disebutkan progres pendataan. Rata rata hasil pendataan Kecamatan sudah diatas lima persen dari jumlah keluarga yang ada di Kecamatan setempat.


Melihat progres pendataan yang baik, Ahmat mengaku optimis bisa menuntaskan data keluarga 2021 hingga tuntas dua bulan kedepan sesuai jadwal pendataan yang ditentukan.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama

Iklan

Sponsor