Perkara THR, Dua Perusahaan di Adukan ke Disnakertrans Lotim.


LOMBOK TIMUR, Suara selaparang- Dinas Ketenaga Kerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lombok Timur sudah menerima laporan tentang perusahaan yang belum cairkan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pekerjanya.


Sejauh ini, dari sekitar 1.049 perusahaan yang ada di Lotim. Sedikitnya ada dua perusahaan yang sudah dilaporkan pekerjanya lantaran belum cairkan Tunjangan Hari Raya (THR). Yakni PT. N dan PT. B, salah satu perusahaan obsersing mitra dari PT. Telkom


Kepala Seksi Hubungan Industrian (HI) Disnakertrans Lotim, Subhan Bakhtiar menyatakan, sudah turun untuk melakukan pemantauan dan dilakukan pembinaan terhadap PT. N. Setelah dilakukan pemantuan, ada miss komunikasi yang terjadi terkait bentuk perjanjian kerja.


"Kami sudah memberikan pembinaan kepada pimpinan perusahaan PT.N. Sehingga pihak perusahaan sudah berjanji akan mengkoordinasikannya dengan pimpinan perusahaan yang ada di pusat. ," terang Subhan. Senin, (10/5).


Adapun dengan PT. B, pihaknya masih dalam tahap pengkoordinasian. Sehingga ia belum bisa menyampaikan seperti apa penyelesaiaannya. Akan tetapi, jika sampai lebaran tidak dibayarkan THR pekerjanya, pihaknya-pun sudah berkoordinasi dengan Kasi Norma dan Penegakan Hukum Pengawasan Tenaga Kerjaan, Disnakertrans NTB, setelah lebaran akan turun melakukan pemeriksaan. 


Untuk sanksi yang akan diberikan kepada perusahaan yang tidak membayarkan THR ke para pekerjanya, yakni sanksi administrasi, pemberhentian produksi dan pembekuan kegiatan usaha.


"Hal itu sesuai dengan undang-undang, jadi itu kewenangan pengawas nanti," katanya


Masih kata Subhan, batas pembayaran THR untuk karyawan hingga H-1 besok pagi. Sebelumnya, kata dia, batas waktu yang sudah ditetapkan untuk pembayaran hingga H-7 lebaran. "Paling lambat pembayaran THR ini sampai H-1, itu wajib sudah dibayarkan," Tandas Subhan.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama

Iklan

Sponsor