Bupati Lotim Akan Rubah Fungsi Gedung Pemuda dan Mahasiswa Menjadi Museum.

Lombok Timur | Suara Selaparang - Bupati Lombok Timur H. M. Sukiman Azmy berencana akan merubah gedung Pemuda dan Mahasiswa yang berada di depan Masjid At-taqwa Selong, menjadi tempat penyimpanan benda-benda bersejarah atau yang lebih dikenal dengan Museum. 

"Insya Allah Pemda (Pemerintah Daerah - red) akan membuat Museum, gedungnya sudah ada. Sekarang jadi gedung pemuda dan mahasiswa, layaknya didesain sebagai Museum," ucap Bupati ketika memberikan sambutan pada acara pameran Museum keliling di gedung Birrul Walidain Pancor kemarin. (23/6/21) 

Untuk menegaskan hal itu, pihaknya telah menyurati berbagai pihak terkait dengan Museum tersebut. Namun sampai dengan saat ini, Ia belum mendapatkan respon yang jelas. 

Adapun alasan Bupati Sukiman meminta gedung itu dijadikan Museum, karena banyak dari masyarakat Lotim yang tidak mengetahui fakta-fakta sejarah yang ada di Lotim itu sendiri. Bahkan, mungkin banyak dari masyarakat yang melupakan sejarah para pejuang. 

"Sekarang saja mungkin banyak orang bertanya, siapa Sayyid Shaleh?, siapa Abdullah?, siapa TGKH. Muhammad Faesal?. Banyak yang tidak tahu anak-anak kita sekarang ini," ungkapnya. 

Ia menerangkan peristiwa yang terjadi di Kecamatan Selong pada tahun 1947. Pada masa itu ada penyerangan dari masyarakat Lotim yang dipimpin oleh Almagfurullah TGH. Muhammad Faesal, Sayyid Shaleh, dan Sayyid Abdullah. 

Berdasarkan fakta sejarah itulah, Bupati meminta supaya Pemda dalam hal ini bisa diberikan bukti sejarah yang dipakai dulunya oleh pejuang-pejuang di Lotim ketika masa peperangan. Baik dalam bentuk foto-foto, maupun alat-alat peperangan yang digunakan oleh para pejuang. 

"Kami menghimbau untuk bagaimana caranya agar kita kumpulkan bahan-bahan itu. Kemudian kita masukkan dalam Museum yang kita rencanakan akan diisi oleh Pemda Lotim itu, gedungnya sudah ada," jelasnya. 

Sebab, menurutnya bukti sejarah itu merupakan salah satu simbol perjuangan yang tentunya harus mendapatkan tempat yang terhormat. Dengan harapan, semoga generasi ke depannya bisa mempelajari peristiwa-peristiwa heroik tersebut. 

"Agar anak-anak kita di masa yang akan datang mengetahui peristiwa yang telah terjadi, heroik benar peristiwa itu. Untuk menambah semangat kita, berjuang menegakkan dan berjuang mengisi kemerdekaan bangsa dan negara kita pada saat ini," tutur Bupati. 

Mendengar hal itu, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, terkait dengan pembuatan Museum, pertama dibutuhkan kolaborasi yang baik antara Pemda dengan Museum NTB. 

"Karena Museum kita juga harus menarik dan layak untuk dikunjungi supaya bisa memberikan edukasi yang baik," tandas Wagub.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama

Iklan

Sponsor