Empat Bulan, Polres Lotim Ungkap 22 Kasus Penyalahgunaan Narkoba.

Lombok Timur | suaraselaparang.co.id - Sejak bulan April hingga bulan Juli Satresnarkoba Polres Lombok Timur, berhasil mengungkap 22  kasus penyalahgunaan Narkotika jenis sabu di Lombok Timur.

Kapolres Lotim AKBP Tunggul Sinatrio mengatakan, pelaku penyalahgunaan Narkotika tersebut diamankan di Lokasi yang berbeda-beda dan kasus tersebut juga merupakan hasil pengembangan dari kasus sebelumnya.

"Ada dua orang tersangka merupakan hasil pengembangan kasus sebelumnya, karena kasus Narkoba ini kita terus melakukan pengembangan," terang Tunggul saat konferensi pers di Polres Lotim, (16/07).

Adapun jumlah barang bukti yang berhasil diamankan sebanyak 71,24 gram Narkotika jenis sabu, berbagai alat konsumsi Narkotika dan satu unit kendaraan roda empat merek Daihatsu Sigra warna putih.

Pelaku dan BB saat ini sudah di amankan di Polres Lotim guna penyidikan dan proses hukum lebih lanjut. Adapun pasal yang dilanggar yakni pasal 114 , pasal 112 dan pasal 127 UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara dan maksimal 20 tahun.

Ditempat yang sama, Kasat Resnarkoba Polres Lotim, Iptu I Gusti Ngurah Bagus Suputra mengatakan, dari 22 orang tersangka tersebut, 11 orang tersangka diproses hukum karena terbukti sebagi pengedar narkoba dan 11 orang lainnya dilakukan rehabilitasi karena sebagai pemakai.

"11 orang pelaku kita rehab di rumah sakit, kalau tersangka husus sebagai pengguna kita dorong untuk di rehabilitasi,karena pengguna kita katagorikan sebagai korban sepanjang saya tidak bisa membuktikan dia bagian dari jaringan," terang Suputra.

Kata dia, sejauh ini sudah 11 orang pengguna sudah di rehabilitasi dan satu orang pengguna secara mandiri meminta untuk direhab.

"Total yang kita rehabilitasi 12 orang, hal itu kami lakukan sesui dengan ketentuan hukum dan kebijakan dari pak Kapolri bagi pengguna untuk dilakukan rehabilitasi medis," ucapnya.

Lebih lanjut Suputra mengatakan, khusus bagi penngguna narkotika tidak bisa peroses hukum, sehingga dirinya berharap jika ada masyarakat yang memiliki keluarga yang terindikasi sebagai penyalahgunaan narkotika agar mengajukan untuk di rehab.

"Jika ada masyarakat yang terindikasi penyalahgunaan Narkoba dapat mengajukan untuk direhab dan itu tidak boleh diperoses hukum, saya pastikan tidak akan diproses hukum justru kita akan rawat di rumah sakit," tutupnya.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama

Iklan

Sponsor