Dampak Pandemi Dibidang Sektor Pariwisata Masih Dirasakan Pelaku Usaha Penginapan.

Dampak Pandemi Dibidang Sektor Pariwisata Masih Dirasakan Pelaku Usaha Penginapan.
Green Orry

Lombok Timur | suaraselaparang.co.id - Pandemi Covid-19 yang sudah berjalan hampir 2 tahun di Lombok Timur memunculkan banyak dampak pada masyarakat. Salah satu sektor yang terdampak ialah sektor Pariwisata, dimana dampak dari pandemi tersebut saat ini masih dirasakan oleh para pelaku wisata di Lombok Timur.

Rata-rata penginapan yang ada di Desa Tetebatu hingga kini masih sepi pengunjung, hal tersebut berdampak terhadap perekonomian masyarakat. Para pelaku usaha Hotel ataupun Penginapan di Kabupaten Lombok Timur tampaknya sampai saat ini harus terus bersabar. Dikarenakan tingkat hunian dan pengunjung masih sepi.

Hal tersebut di ungkapkan salah satu pemilik usaha penginapan, Zohri Rahman. Dirinya berharap adanya peningkatan terhadap wisatawan yang akan mengunjungi tempat-tempat wisata dan melakukan penginapan. 

"Wisatawan mancanegara terhalang akibat dari ppkm dibeberapa wilayah, sehingga hunian di Lombok Timur saat ini rata-rata sepi dan berdampak terhadap perekonomian pelaku usaha," bebernya.

Kendati demikian dirinya dan beberapa pelaku wisata lainnya berharap adanya peran pemerintah daerah terutama BPPD, untuk kembali mempromosikan potensi wisata di Lombok Timur.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Lotim, H. Mugni. Dirinya mengakui dampak pandemi di sektor pariwisata sampai saat ini masih dirasakan oleh pelaku wisata. Kendati demikian dengan adanya World Superbike di Lombok Tengah dalam waktu dekat diharapkan memberi dampak yang signifikan terhadap kunjungan wisatawan.

"Ajang World Superbike yg ada di Lombok Tengah  kita harapkan berdampak besar terhadap kunjungan wisatawan terutama ke Lombok Timur," katanya, Rabu (13/10).

Selain itu dengan terpilihnya Desa Tetebatu dalam ajang UNWTO diharapkan mampu dimanfaatkan oleh para pelaku wisata

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama

Iklan

Sponsor