PLTS Atap Sejalan dengan Eco Office, Gubernur NTB Dukung Energi Terbarukan.

PLTS Atap Sejalan dengan Eco Office, Gubernur NTB Dukung Energi Terbarukan.

Mataram | suaraselaparang.co.id - Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah, meminta agar pemanfaatan dan penggunaan energi surya segera direalisasikan. Apalagi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap memanfaatkan energi dari cahaya matahari untuk menghasilkan energi listrik, sejalan dengan  kantor ramah lingkungan (Eco Office) yang sedang dikampayekan oleh Pemrov. NTB sebagai pendukung program NTB Zero Waste.

"Konsep energi terbarukan ini, sudah lama ada, maka saat ini harus segera direalisasikan," kata Doktor Zul, saat menerima silaturahim Ketua Umum dan Pengurus Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) terkait dengan sudah ditetapkannya PLTS Atap sebagai bagian dari PSN (Program Strategis Nasional), Selasa (26/10/2021) di Ruang Kerja Pendopo Gubernur.

Karena Provinsi NTB memiliki potensi yang banyak untuk pengembangan PLTS Atap ini kedepan.

"Saya ingin langsung action, apalagi kita ada eco office, karena masyarakat butuh yang konkrit," tegas alumni UI ini.

Energi terbarukan ini merupakan solusi ditengah mulai menipisnya cadangan sumber daya alam kita. Oleh sebab itu, untuk mewujudkannya, perlu sinergi dan kolaborasi antara Pemrov. NTB dan AESI.

"Untuk merealisasikan itu, kita siapkan surat edaran dan persiapkan SDM dan lainnya sebagai upaya percepatan realisasi energi terbarukan ini," tutup Doktor Zul.

Sementara itu Ketua Umum dan Pengurus Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) Fabby Tumiwa, menyampaikan apresiasi atas keluangan waktu dan kepedulian Gubernur NTB terhadap energi surya sebagai salahsatu energi terbarukan. 

"Bapak Gubernur juga sangat peduli dan mendukung dengan energi terbarukan ini," kata Fabby Tumiwa.

Pihaknya terus mendorong Provinsi NTB mengimplementasikan rencana umum energi daerah. Enwrgi tenaga surya ini energi yang mudah, murah dan mudah dikembangkan.

Provinsi NTB memiliki peluang yang cukup bagus. Disamping sudah memiliki energi tenaga surya yang skala besar. 

"Sehingga PLTS Atap ini harus dimanfaatkan juga, kami merekomendasikan agar Pak Gubernur membuat surat edaran," ucapnya.

Tujuannya kepada pelaku usaha, dunia industri dan perusahaan swasta, agar memanfaatkan PLTS ini. Baik kantor, hotel maupun pusat pertokoan atau mall.

Ia juga menyampaikan program strategis AESI khususnya program pemulihan ekonomi energi hijau melalui Solarpreneur atau penciptaan UMKM Energi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat untuk PLTS Atap.

"Target kami hingga 2024, ada 1000 solar panel," jelas Fabby.

Setidaknya tiap provinsi ada 20-25 solar panel dapat dipasang di daerah. Dengan demikian masyarakat mudah mengakses PLTS Atap.

Turut mendampingi Gubernur, Asisten 2 Setda Provinsi NTB, Kadis ESDM, Kados Sosial dan Kadis LHK Provinsi NTB.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama

Iklan

Sponsor