Ratusan Masyarakat Sembalun Gelar Aksi, Ancam Pindah Kabupaten.

Ratusan Masyarakat Sembalun Gelar Aksi, Ancam Pindah Kabupaten.

Lombok Timur | suaraselaparang.co.id - Tidak kurang dari Ratusan masyarakat Sembalun menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Bupati Lombok timur. Ratusan orang tersebut menuntut pemerintah kabupaten setempat untuk menghapus sertifikat HGU PT. SKE yang baru di terbitkan atas rekomendasi Bupati Lotim sekaligus meminta Bupati menghentikan aktifitas PT. SKE di Sembalun.

Juru bicara masyarakat Sembalun Dedi mengatakan, dalam penerbitan sertifikat HGU PT. SKE dinilai tidak jelas dan tidak pernah melibatkan masyarakat Sembalun yang menjadi penggarap lahan tersebut selama 26 tahun.

"Kami minta sama pak Bupati terkait HGU yang di terbitkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lotim di batalkan," terangnya.

Selain itu, masyarakat juga meminta agar HGU lama tahun 1990 agar dievaluasi kembali. Kata dia, wacana yang berkembang di tengah masyarakat bahwa seluas 120 hektare lahan akan dibagikan  kepada 400 orang yang telah setuju untuk tandatangan. Namun sejumlah orang yang akan diberikan tersebut dinilai bukan penggarap asli.

"400 orang yang akan diberikan itu besar dugaan kami itu bukan penggarap lahan tersebut, karena para penggarap yang disana kami saling kenal," katanya.

Dirinya berharap jika memang tanah seluas 120 hektare tersebut dibagikan kemasyarakat agar diberikan kepada penggarap yang betul-betul berhak menerima.

Pantauan media ini, dalam aksi tersebut masa aksi tidak bisa ditemui langsung oleh Bupati dikarenakan sedang berada diluar. Massa aksi mengancam akan membawa masa aksi yang lebih banyak lagi jika persoalan lahan di Sembalun tersebut tidak kunjung selesai 

Bahkan dalam aksi tersebut masa aksi juga mengancam akan pindah dari Kabupaten Lotim ke Kabupaten Lombok Utara. Sebab, masyarakat Sembalun menilai selalu dirugikan oleh Pemkab Lotim, padahal daerah Sembalun dinilai menjadi penyumbang PAD terbesar di Lotim.

"Lebih baik kami pidah saja ke KLU kalau persoalan ini tidak bisa di selsaikan, karena kami yakin kami akan lebih sejahtera kalau pindah ke KLU," ungkap salah seorang orator Amrullah.

Adapun perwakilan masa aksi sudah dua kali masuk untuk melakukan dialog langsung bersama Bupati atau Sekda Lotim. Namun Sekda dan Bupati sedang berada diluar sehingga tidak bisa menemuinya.

Perwakilan masa aksi yang ditemui oleh salah seorang pejabat Pemkab Lotim merasa kesal karena tidak bisa bertemu langsung sekda dan Bupati.  Bahkan perwakilan masa aksi juga sempat menekan pejabat tersebut untuk menelpon bupati dengan Video Call (VC) untuk menyampaikan dan mencari solusi persolan di Sembalun.

Selang beberapa waktu setelah kembali melangsungkan aksinya. Masa aksi akhirnya ditemui oleh Asisten 1 Pemkab Lotim, Lalu Dami Ahyani. Ia mengatakan bahwa dirinya berjanji akan menyampaikan persolan tersebut ke pak Bupati langsung dan sudah mencatat semua keluh kesah masyarakat. 

"Keluhannya sudah saya catat semua jadi nanti saya akan sampikan langsung kepada pak bupati, tapi hari ini pak Bupati betul-betul tidak ada di sini," tutupnya.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama

Iklan

Sponsor