Sekda NTB: Manfaatkan Peluang Konferensi Internasional SeaBRnet.

Sekda NTB: Manfaatkan Peluang Konferensi Internasional SeaBRnet.

Mataram | suaraselaparang.co.id - Sekretaris Daerah NTB Drs. H. Lalu Gita Aryadi mewakili Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah membuka secara resmi Pertemuan dan Konferensi Internasional Jaringan Cagar Biosfer Asia Tenggara ke 13 (SeaBRnet) di Hotel Lombok Astoria, Senin (15/11).

Dalam sambutannya, Miq Gite sapaan akrab Sekda NTB mengungkapkan agar kegiatan ini dapat memberikan peluang-peluang untuk melakukan eksplorasi dan penelitian.

“Untuk itu, besar harapan kami, mudah-mudahan melalui forum ini, akan dapat membuka peluang-peluang untuk melakukan eksplorasi dan penelitian lebih lanjut, yang dapat memberi manfaat bagi kami dalam mendukung dan menyelaraskan program konservasi keanekaragaman hayati dan pembangunan pariwisata berkelanjutan untuk kemajuan NTB ke depan,” sambungnya. 

Miq Gite juga mengucapkan terimakasih sebesar-sebesarnya karena telah memilih daerah NTB sebagai tempat pelaksanaan Pertemuan dan Konferensi Internasional SeaBRnet ke-13. 

“atas nama Pemerintah Daerah dan mewakili segenap masyarakat NTB, kami mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan yang tinggi atas kepercayaannya memilih daerah kami, sebagai tuan rumah penyelenggaraan konfrensi internasional ini,” sambut Miq Gite.

Keterlibatan dan dukungan penuh dari public, gagasa, konsep dan rekomendasi ilmiah dari Man and the Biosphere (MAB) dapat membawa perubahan yang nyata signifikan. Saat dunia dan Asia Tenggara keluar dari pandemi, prioritas seperti peningkatan layanan ekosistem di BR serta pemberdayaan masyarakat lokal menjadi area fokus yang diperlukan untuk MAB.

Dengan mengusung tema “Pelayanan Ekosistem dan Pemberdayaan Masyarakat Menuju Pengelolaan Cagar Biosfer Berkelanjutan”, pertemuan tahunan Jaringan Cagar Biosfer Asia Tenggara (SeaBRnet) ke-13 diselenggarakan dalam mode hybrid di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia pada 15 – 17 November 2021. Rapat tahunan kali ini juga termasuk sesi khusus dari Jaringan Cagar Biosfer Asia-Pasifik (APBRN).

Pertemuan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan Komite Nasional Program MAB Indonesia dan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, serta difasilitasi oleh Sekretariat SeaBRnet di Kantor UNESCO Jakarta dan didukung oleh Japan Funds-in-Trust (JFIT).

Ketua Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Prof. Itje Chodidjah dalam sambutannya menekankan potensi baik dari program MAB untuk dikembangkan di Indonesia. 

“Program MAB ini sangat baik untuk berkembang di Indonesia, salah satu pendekatan untuk melakukan upaya konservasi warisan-warisan alam dan pengembangan komunitas lokal untuk pembangunan adalah melalui Cagar Biosfer,” ungkapnya.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama

Iklan

Sponsor