Tidak Adanya Ketersediaan Anggaran, Sejumlah Ruas Jalan di Lotim Masih Minim Penerangan.

Tidak Adanya Ketersediaan Anggaran, Sejumlah Ruas Jalan di Lotim Masih Minim Penerangan.

Lombok Timur | suaraselaparang.co.id - Fasilitas penerangan merupakan bagian yang sangat diperlukan masyarakat pada saat sekarang. Namun sampai saat ini sejumlah ruas jalan di Lombok Timur (Lotim) masih minim Penerangan Jalan Umum (PJU). Terlebih pada daerah wisata seperti Sembalun dan Bagian selatan Lotim.

Seperti halnya yang diterangkan Kepala Bidang Pengembangan Teknologi pada Dinas Perhubungan (Dishub) Lotim, Hadi Siswanto. Dirinya mengakui bahwa PJU di Lotim sampai saat ini tidak bisa diakomodir mengingat tidak adanya anggaran.

"Memang sebagian jalan masih kurang penerangan seperti daerah selatan yang menjadi penyangga Sirkuit Mandalika, tapi Untuk pemasangan PJU baru tahun ini tidak bisa kami lakukan karena anggaran kita memang tidak ada," terangnya, (16/11/2021)

Masih disambungnya, sebelumnya program PJU tersebut ditangani oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Lotim, namun sejak bulan Juli lalu prog tersebut dipindahkan ke Dishub, sehingga anggaran untuk pengadaan PJU baru belum ada.

"Kalau kita pasang baru, kita tidak punya anggaran jadi untuk tahun ini kita lakukan pemeliharaan saja dulu, tidak mungkin juga mungkin juga kita pasang PJU baru karena tidak adanya anggaran," katanya.

Dijelaskannya, jumlah ruas jalan yang membutuhkan penerangan di Lotim sekitar 50 ribu titik jalan. Sedangkan yang baru memiliki PJU saat ini sekitar 12 ribu titik. Adapun untuk pengadaan PJU di sejumlah ruas jalan tersebut dibutuhkan anggran sekitar Rp 1 miliar.

"Anggaran yang segitu juga belum tentu cukup untuk mengakomodir semua ruas jalan, apa lagi kalau kita pasangkan lampu LED yang lebih mahal," katanya.

Kedepan, untuk pengadaan PJU pihaknya akan meminta bantuan ke beberapa pihak, seperti pemerintah pusat dan DPRD, selain itu, pengadaan pada tahun depan PJU juga akan menjadi perioritas.

"PJU ini akan kita prioritaskan tahun depan, jika jalan itu masuk ke jalan nasional, maka akan kita minta bantuan ke pemerintah pusat, tapi kalau jalan itu masuk jalan kabupaten atau provinsi, maka kita akan coba ajukan melalui aspirasi Dewan," tutupnya.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama

Iklan

Sponsor