Diplomasi Kemanusiaan Sang Bupati

Diplomasi Kemanusiaan Sang Bupati

Oleh : Abdi Ridho Muhammad

Berbuat baiklah selagi mampu, tolong menolonglah dalam kebaikan. Dari kasus bayi kembar siam asal Lombok Timur, Anaya dan Inaya kita tahu bahwa masih banyak orang baik yang mau membantu.

Tengoklah beranda media sosial. Dalam pembahasan berita ini, lantunan doa, harapan, dan dukungan terus bersahut-sahutan. Dalam konteks dunia nyata, bantuan juga terus mengalir untuk keduanya dari berbagai lapisan masyarakat. 

Membantu memang soal kemanusiaan. Setiap orang seharusnya bisa melakukan itu. Tak peduli kemampuan ekonomi, status sosial, hingga pangkat dan jabatan. 

Namun ketika kepekaan sosial itu datang dari orang paling berpengaruh, tentunya dampak yang ditimbulkan sangat besar. Dalam kasus Anaya dan Inaya, Bupati Lombok Timur H Muhammad Sukiman Azmy telah menunjukkannya. 

Dia memimpin langsung birokrasi yang dimiliki untuk membantu sekuat tenaga. Pihak dinas kesehatan hingga rumah sakit diturunkan. Dinas sosial hingga bagian penganggaran tak ketinggalan. 

Walhasil, kini si kembar dempet dada dan perut selangkah lagi menjalani operasi pemisahan. Sebuah diplomasi kemanusiaan yang sangat baik ditunjukkan oleh Sukiman. 

Tak bertele-tele, langsung pada pangkal masalah. Anggaran Rp 1 miliar lebih disiapkan dari pos yang paling memungkinkan. Bahkan dia juga turun langsung memimpin sebuah operasi kemanusiaan yang butuh kecepatan dan ketegasan ini. 

Sukiman telah menunjukkan, beginilah jabatan seharusnya dipergunakan. Di tangan orang yang tepat, jabatan yang bak dua mata pisau, bisa dimanfaatkan maksimal atas nama kemanusiaan.

(Penulis adalah Mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di NTB)

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama

Iklan

Sponsor