Sidak!, DPRD Lotim Anggap PDAM Boros

Sidak!, DPRD Lotim Anggap PDAM Boros

Lombok Timur | suaraselaparang.co.id - Menyoroti banyaknya problem yang dialami beberapa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Lombok Timur, Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Lombok timur melakukan sidak ke Perusahaan Daerah Air Minun (PDAM) Lombok Timur.

Salah satu hal yang di sorot DPRD Lotim yakni borosnya pengeluaran yang dilakuakn PDAM. Hal tersebut dilontarkan Wakil Ketua II DPRD Lotim Badran Arsyid, semua perusahaan pada umumnya harus menghitunga dari awal berapa gaji baik dari direksi sampai karyawan.

Pasalnya gaji tersebut dikeluarkan berdasarkan persentase keuntungan. Sehingga jelas pengeluarannya.


"Diperusahaan lain juga begitu, kita temukan banyaknya pembengkakan pada gaji maupun pengeluaran lainnya," ungkap Badran. Kamis (03/02).

Terkait dengan Operasional Direksi lanjut Badran, seharusnya adanya Efisiensi. Dikarenakan keuntungan yang bisa diserap PDAM sangat sedikit karena biaya produksinya yang sedikit.

"Kami tekankan harusa adanya Efisiensi di semua hal, baik dari gaji pegawai maupun biaya produksi," tambahnya.

Masih kata Badran, PDAM dikatakannya masuk dalam kategori Perusahaan yang tidak sehat. 

"PDAM masih belum sehat, kami temukan baru Selaparang Finansial saja yang sehat," sambungnya.

Sementara itu, meanggapi kritikan Dewan yang menyoroti besarnya pengeluaran PDAM Direktur Utama PDAM Lombok Timur Mudhan mengatakan, ada beberapa Pos yang di lakukan untuk Efisiensi yaitu, yang pertama Bahan Bakar Minyak (BBM). 

"BBM ini hal kecil tetap kalau di kumpulkan akan menjadi banyak," ungkap Mudhan.

Lanjutnya, kemarin ia menemukan biaya BBM hampir mencapai 35 sampai 38 juta perbulanya. Sehingga selama 2 bulan ia mencari di mana yang banyak melakukan pemborosan BBM.

"Shingga kita di bulan ke 2 itu bisa menekan sampai 13 juta, itu hampir lebih 50 persen untuk Efisiensi," ujarnya.

Selanjutnya pihaknya melakukan perbaikan di sistem aliran keuangan, sehingga tidak ada lagi uang di kantor.

"Begitu ada penerimaan, itu langsung masuk di Bank sekarang jadi tidak ada uang mengendap baik itu di cabang cabang maupun di Induk," sambungnya.

Lanjut Mudhan, pihaknya kemudian melakukan pembenahan di pembaca meter. Sebelumnya pihaknya memakai manual baik catat mencatat.

Namun sekarang sudah memakai alat Elektronik, begitu di klik keluar Barcode dan langsung masuk ke server Induk maupun di cabang dan itu pun sudah berjalan. 

"Ini semua akan efektif untuk memangkas pengeluaran tersebut," tutupnya.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama

Iklan

Sponsor