Ajak Berbagi di Bulan Ramadhan, Baznas Lotim Bakal Surati 15 ribu Dermawan

Ajak Berbagi di Bulan Ramadhan, Baznas Lotim Bakal Surati 15 ribu Dermawan

Lombok Timur | Suara Selaparang - Pada bulan suci Ramadhan 1443 Hijriah kali ini, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lombok Timur (Lotim) turut mengajak para dermawan untuk berbagi.  Baznas Lotim bakal menyurati sekitar 15 ribu dermawan se Kabupaten Lotim.

Demikian disampaikan Wakil Ketua I Baznas Lotim, Drs. H. Muhammad Kamli, menjawab Suara Selaparang via ponselnya, Jumat, 8 April 2022.

Ajakan kepada para dermawan di seluruh Lotim ini merupakan salah satu cara Baznas untuk optimalisasi pengumpulan Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS). Di samping terus menjalankan program rutin pengumpulan dari Aparatur Sipil Negara (ASN). Muhammad Kamli menyebut, pihaknya sudah koordinasikan dengan semua Unit Penggumpul Zakat (UPZ) di tingkat kecamatan dan  kegiatan serupa sebenarnya sudah pernah dilakukan pada puasa tahun lalu.  

“Alhamdulillah, tahun lalu itu berhasil dan tahun ini kita akan kembali lakukan,” paparnya.

Besar harapannya sedekah dari para dermawan yang diajak berbagi ini bisa lebih besar dari tahun lalu. Dengan demikian, lebih besar pula yang bisa disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Dinamakan surat cinta karena berisi ajakan berbagi cinta kepada para fakir miskin dan anak-anak yatim yang membutuhkan bantuan.

Baznas Lotim juga mengajak untuk mengumpulkan zakat badan atau zakat fitrah. Pada tahun lalu, kegiatan pengumpulan zakat fitrah ini menjelang pekan terakhir bulan puasa. Puasa Ramadhan tahun ini, Baznas Lotim mencoba mengajak mengeluarkan zakat lebih awal. Hal ini dimaksudkan agar lebih cepat terkumpul dan lebih cepat juga disalurkan.  

“Tahun ini akan tingkatkan semangat dengan melakukan pengumpulannya lebih awal,” terangnya.

Dituturkan, tahun lalu ada sekitar Rp 170 juta dana terkumpul. Soal hasil yang akan diterima tahun ini belum bisa diprediksi. Harapannya lebih banyak dari tahun lalu.  Dorong UPZ untuk meningkatkan pengumpulan di masing-masing kecamatan. 

“Ini kan ikhtiar, pekerjaan ini butuh waktu,” imbuhnya.

Menurut Muhammad Kamli, sejauh ini yang masih menjadi kendala pengumpulan ZIS di tengah masyarakat adalah para dermawan terikat dengan adat istiadat. 

“Banyak yang sudah terikat dengan kebiasaan masyarakat dalam penyaluran zakat fitrahnya jadi inilah menjadi tantangan kita,” tandasnya.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama

Iklan

Sponsor