Perdana Sejak Jadi Tersangka, Wabup KLU Hadiri Panggilan Penyidik Kejati NTB

Danny Carter Febrianto Ridawan
Danny Carter Febrianto Ridawan

Mataram - Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB melakukan pemeriksaan terhadap Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Lombok Utara (KLU), Danny Karter Febrianto. 

Politisi Partai Gerindra itu diperiksa untuk pertama kalinya sejak dirinya menyandang status tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan penambahan ruang IGD pada RSUD Lombok Utara. 

Dari pantauan media ini, Wabup bersama kuasa hukumnya, memenuhi panggilan penyidik, pada Selasa 12 Juli 2022. 

Dia menjalani pemeriksaan tersebut sejak siang sampai dengan petang di hari itu. 

Hal itu dibenarkan Kasi Penkum Kejati NTB, Efrien Saputera kepada media ini, saat ditanya terkait hal tersebut. 

Efrien mengatakan Wabup KLU memang benar pada hari itu datang untuk menjalani pemeriksaan. 

"Ya mas benar, (pemeriksan Wabup KLU sejak ditetapkan tersangka, red)," jawab Efrien singkat dihubungi lewat pesan singkat, Kamis 14 Juli 2022. 

Sementara terhadap empat (4) tersangka lainnya itu, Kasi Penkum mengatakan sudah dilakukan pemeriksaan sebelumnya. 

Kuasa Hukum dari Wabup KLU, Hijrat saat dihubungi via WhatsApp terkait pemeriksaan kliennya, sampai berita ini diturunkan tidak memberikan respon. 

Untuk diketahui, dalam dugaan kasus korupsi penambahan ruang IGD RSUD KLU itu, ada lima (5) orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, yakni SH selaku Direktur RSUD KLU, HZ selaku PPK pada RSUD KLU, MR selaku Kuasa PT. Bataraguru (Penyedia), dan LFH selaku Direktur CV Indomulya Consultant (Konsultan Pengawas) dan Danny Karter Febrianto (kini Wabup) selaku Staf Ahli CV Indo Mulya Consultant. 

Kerugian Negara yang ditemukan dalam kasus ini sebesar Rp. 742.757.112,79.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama

Iklan

Sponsor