Pedagang di Kotaraja Keluhkan Mahalnya Tarif Retribusi Sewa Toko yang Sudah Tidak Layak

Pedagang di Kotaraja

Suaraselaparang.Com - Lombok Timur. Beberapa pedagang di perempatan Desa Kotaraja mengeluhkan mahalnya tarif retribusi sewa toko yang sudah tidak layak. Rabu, 23 November 2022.

Menurut salah seorang pedagang yang berinisial S, dulu banganan itu di buat sendiri oleh masing-masing pedagang dan hanya membayar retribusi sewa tanah.

"Awalnya dulu kita yang buat bangunan ini, dan kita hanya membayar retribusi sewa tanah aja. Namun sekarang kita di haruskan bayar retribusi bangunan juga," ucapnya.

Ia menambahkan, kalau dampak dari tarif retribusi sewa toko yang tambah mahal, membuat para pedagang lama-lama usahanya gulung tikar.

"Kalau seperti ini terus, lama kelamaan kita bisa tutup buku. Bayangkan saja sewa kios perbulan Rp. 315.000, orang yang belanja juga sepi, apalagi kita di apit sama Alfamart dan Indomaret. Semoga ada kebijakan dari Pemda untuk mencarikan solusi masalah ini," tutupnya.

Kasubid Sistem Informasi Retribusi, Fendi, saat dihubungi menuturkan kalau bangunan tersebut sudah menjadi milik Pemerintah Daerah, karena perjanjian HGB sudah berakhir.

"Dulu tanah tersebut berstatus Hak Guna Bangunan (HGB), jadi setelah perjanjian HGB berakhir, bangunan yang ada diatas tanah tersebut menjadi milik Pemerintah Daerah," tuturnya.

Fendi menambahkan, untuk saat ini belum bisa untuk merenovasi toko atau kios tersebut, dikarenakan keterbatasan anggaran.

"Justru itu, anggaran untuk perbaikannya yang belum ada, mungkin secara bertahap akan dilakukan perbaikan di tahun mendatang," tutupnya. (RO)

Baca berita lainnya di Google News

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama

Iklan

Sponsor